Mengapa Kaum MuslimDibantai??

Bukan hal yang aneh ketika
musuh-musuh umat Islam
memerangi Islam, membunuh dan
membantai kaum Muslim. Sebab,
Allah SWT telah berfirman:
وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلاَّ أَن يُؤْمِنُوا
بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
“Dan mereka tidak menyiksa
orang mukmin itu melainkan
karena orang-orang mukmin itu
beriman kepada Allah Yang Maha
Perkasa lagi Maha Terpuji.” (TQS.
Al-Buruj [85]: 8)
Namun yang aneh,
mengherankan, dan bahkan
diluar nalar orang yang berakal
adalah ketika kaum Muslim satu
sama lain saling membunuh tanpa
alasan yang jelas. Sementara di
saat yang sama para musuh
mereka juga melakukan beragam
cara pembantaian terhadap
umat Islam, dan merancang
berbagai strategi serta
kebijakan untuk
melenyapkannya.
Mengapa kaum Muslim dibantai?
Mengapa darah kaum Muslim
begitu direndahkan? Karena
alasan apa darah-darah tidak
berdoasa itu ditumpahkan?
Mengapa mereka berada di
barisan musuh umat Islam justru
untuk membunuh umat Islam
sendiri? Mengapa peperangan
dan pertarungan ini dilakukan
kepada Allah, Rasul-Nya, dan
kepada orang-orang Mukmin?
Padahal Rasulullah SAW telah
bersabda:
مَنْ أَهَانَ لِي وَلِيّاً فَقَدْ بَارَزَنِي
بِالْعَدَاوَةِ
“Siapa saja yang melakukan
penghinaan terhadap wali
(kekasih)-Ku, maka ia benar-
benar mengajak permusuhan
dengan Aku.” (HR. Thabarani
dalam al-Kabir dari jalan
Abu Umamah)
Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ عَادَى لِي وَلِيّاً فَقَدْ بَارَزَ
اللَّهَ بِالْمُحَارَبَةِ
“Siapa saja yang memusuhi wali
(kekasih)-Ku, maka ia benar-
benar mengajak berperang
dengan Allah.” (HR. Hakim. Dia
berkata hadits ini shahih
dari jalan Mu’ad bin Jabal)
Apakah pembunuhan ini dan itu
terjadi karena kebodohan
terhadap hukum-hukum Islam?
Ataukah ini gejala kembalinya ke
masa jahiliyah? Apakah
pembunuhan itu dilakukan untuk
mewujudkan kepentingan
kepribadian seseorang yang
egois, atau untuk mewujudkan
kepentingan bangsa Timur dan
Barat?
Bukankah Allah—Azza wa Jalla
(Dzat Yang Maha Mulia lagi Maha
Tinggi)—telah berfirman:
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً
وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ
عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ
بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم
بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ
شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم
مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ
آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Dan berpeganglah kamu
semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan
ni`mat Allah kepadamu ketika
kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu karena nikmat
Allah orang-orang yang
bersaudara; dan kamu telah
berada di tepi jurang neraka,
lalu Allah menyelamatkan kamu
daripadanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk.” (TQS. Ali Imran [3]:
103).
Bukankah dengan ayat itu Allah
SWT mengharam pembunuhan?
Bukankah pembunuhan termasuk
di antara dosa besar yang
menyebabkan murka dan laknat
Allah? Sebagaimana firman Allah
SWT:
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً
فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا
وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ
لَهُ عَذَاباً عَظِيماً
“Dan barangsiapa yang
membunuh seorang mukmin
dengan sengaja, maka
balasannya ialah Jahannam, kekal
ia di dalamnya dan Allah murka
kepadanya, dan mengutukinya
serta menyediakan azab yang
besar baginya.” (TQS. An-
Nisa’ [4]: 93).
Dan firman-Nya:
وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً
آخَرَ وَ لاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ
الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَ
يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ
أَثَاماً. يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً. إِلاَّ
مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً
فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ
حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً
رَّحِيماً
“Dan orang-orang yang tidak
menyembah tuhan yang lain
beserta Allah dan tidak
membunuh jiwa yang diharamkan
Allah (membunuhnya) kecuali
dengan (alasan) yang benar, dan
tidak berzina, barangsiapa yang
melakukan demikian itu, niscaya
dia mendapat (pembalasan) dosa
(nya), (yakni) akan dilipat
gandakan azab untuknya pada
hari kiamat dan dia akan kekal
dalam azab itu, dalam keadaan
terhina, kecuali orang-orang
yang bertaubat, beriman dan
mengerjakan amal saleh; maka
kejahatan mereka diganti Allah
dengan kebajikan. Dan adalah
Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (TQS. Al-Furqan
[25]: 68-70).
Dan firman-Nya:
مْنِ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي
إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْساً
بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي
الأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ
جَمِيعاً وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا
النَّاسَ جَمِيعاً وَلَقَدْ جَاءتْهُمْ
رُسُلُنَا بِالبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ
كَثِيراً مِّنْهُم بَعْدَ ذَلِكَ فِي
الأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
“Oleh karena itu Kami tetapkan
(suatu hukum) bagi Bani Israil,
bahwa: barangsiapa yang
membunuh seorang manusia,
bukan karena orang itu
(membunuh) orang lain, atau
bukan karena membuat
kerusakan di muka bumi, maka
seakan-akan dia telah membunuh
manusia seluruhnya. Dan
barangsiapa yang memelihara
kehidupan seorang manusia,
maka seolah-olah dia telah
memelihara kehidupan manusia
semuanya. Dan sesungguhnya
telah datang kepada mereka
rasul-rasul Kami dengan
(membawa) keterangan-
keterangan yang jelas, kemudian
banyak di antara mereka
sesudah itu sungguh-sungguh
melampaui batas dalam berbuat
kerusakan di muka bumi.” (TQS.
Al-Maidah [5]: 32).
Dan firman-Nya:
وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ. بِأَيِّ ذَنْبٍ
قُتِلَتْ
“Apabila bayi-bayi perempuan
yang dikubur hidup-hidup
ditanya, karena dosa apakah dia
dibunuh.” (TQS. Takwir [81]:
8-9)
Nabi SAW bersabda: “Jauhilah
tujuh perkara yang
membinasakan (dosa besar).
Kemudian beliau menyebutkan,
membunuh jiwa yang diharamkan
Allah kecuali dengan hak (alasan
yang dibenarkan syara’).”
Seseorang berkata kepada Nabi
SAW: “Dosa apakah yang paling
besar di sisi Allah SWT? Beliau
bersabda: “Membuat Tuhan
tandingan selain Allah, padahal
Allah-lah satu-satunya yang
menciptakan kamu.” Orang itu
berkata: “Kemudian apa?” Beliau
bersabda: “Kamu membunuh
anakmu karena takut anak itu
makan bersamamu.” Orang itu
berkata: “Kemudian apa?” Beliau
bersabda: “Kamu berzinah
dengan istri tetanggamu.”
Kemudian Allah SWT menurunkan
ayat yang membenarkan apa
yang disabdakan Rasulullah SAW.
“Dan orang-orang yang tidak
menyembah tuhan yang lain
beserta Allah dan tidak
membunuh jiwa yang diharamkan
Allah (membunuhnya) kecuali
dengan (alasan) yang benar, dan
tidak berzina, barangsiapa yang
melakukan demikian itu, niscaya
dia mendapat (pembalasan) dosa
(nya)” (TQS. Al-Furqan [25]:
68)
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila
dua orang Muslim saling
membunuh dengan pedangnya,
maka yang membunuh dan yang
dibunuh sama-sama masuk
neraka.” Dikatakan: “Wahai
Rasulullah, tentang yang
membunuh masuk neraka ini kami
memahami, tetapi kami tidak
paham jika yang dibunuh masuk
neraka?” Beliau bersabda: “Dia
(yang dibunuh) juga ingin sekali
membunuh orang yang
membunuhnya.”
Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian kembali kafir
sesudahku, di mana satu dengan
yang lain saling membunuh.”
Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang hamba akan selalu
dalam kelapangan agamanya
selama ia tidak menumpahkan
darah yang diharamkan.”
Rasulullah SAW bersabda:
“Persoalan di antara manusia
yang akan diputuskan pertama
kali pada hari kiamat adalah
masalah darah (pembunuhan).”
Dalam sebuah hadits, Rasulullah
SAW bersabda: “Meninggalnya
satu orang Mukmin itu lebih
besar di sisi Allah dari pada
hilangnya dunia.”
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa
saja yang membunuh seorang
kafir mu’ahid (ada ikatan
perjanjian dengan negara Islam),
maka ia tidak akan mendapatkan
bau surga, padahal baunya telah
tercium dari jarak perjalanan
empat puluh tahun.” (HR.
Bukhari)
Ini adalah hukuman akibat
membunuh kaum kafir di antara
Yahudi dan Nasrani (Kristen)
yang memiki ikatan perjanjian
dengan negara Islam. Maka
bagaimana dosa (hukuman) yang
harus diterima jika seorang
Muslim membunuh saudaranya
sesama Muslim?
Untuk apa dan atas
pertimbangan apa pembunuhan
yang menghinakan dan
memalukan ini dilakukan?
Sesungguhnya semua negeri-
negeri Islam saat ini tidak
menerapkan Islam. Negeri-negeri
Islam sangat terbuka untuk
kedutaan asing, bahkan
merekalah seolah-olah penguasa
yang sebenarnya. Negeri-negeri
Islam berubah menjadi wilayah
konflik, krisis ekonomi, politik,
dan sosial, fitnah, perang
saudara yang menyebabkan
sejumlah besar kaum Muslim
meninggal. Akibatnya kekuatan
umat dan kekayaannya hilang
sia-sia. Bukankah perang Irak
dengan Iran, dan Irak dengan
Kwait sebagai fakta yang masih
belum hilang dari ingatan kita!!
Sesungguhnya, sikap kaum
Muslim yang condong atau
cenderung kepada Timur atau
Barat, maka inilah yang
menyebabkan kita (kaum Muslim)
senantiasa diselimuti berbagai
krisis dan fitnah. Dan Allah SWT
telah berfirman:
وَلاَ تَرْكَنُواْ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ
فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن
دُونِ اللّهِ مِنْ أَوْلِيَاء ثُمَّ لاَ
تُنصَرُونَ
“Dan janganlah kamu cenderung
kepada orang-orang yang zalim
yang menyebabkan kamu
disentuh api neraka, dan sekali-
kali kamu tiada mempunyai
seorang penolongpun selain
daripada Allah, kemudian kamu
tidak akan diberi
pertolongan.” (TQS. Hud [11]:
113)
Sungguh, menjaga persatuan
negeri-negeri kaum Muslim
merupakan kewajiban syar’iy
(Islam). Sehingga kapanpun
dengan alasan apapun tidak
boleh (haram) memecah negeri-
negeri kaum Muslim menjadi
pecahan-pecahan kecil dan
institusi-instirusi kartun
(boneka), yang dipimpin oleh
orang yang tunduk kepada
asing; menjalankan politiknya.
Sadarlan bahwa kaum kafir tidak
hanya memecah dunia Islam
hingga menjadi lebih dari lima
puluh tujuh pecahan. Namun
mereka berhasil mengangkat dan
menempatkan para penguasa
antek atau komparador di atas
pundak umat, dan akhirnya
dengan mereka itulah kaum kafir
meracuni umat dengan berbagai
bentuk kehinaan, kerendahan,
dan siksaan. Ketika mereka
berkumpul, maka mereka
berkonspirasi; sebaliknya apabila
mereka pecah, maka mereka
hidup saling membunuh dan
membantai. Sehingga potensi
negara dan rakyat menjadi
hilang dengan sia-sia. Sungguh,
ini semua merupakan aib,
keburukan, dan momok yang
mengotori dan mencoreng umat
Islam yang mulia ini.
Sesungguhnya, soslusi satu-
satunya untuk menjaga darah
kaum Muslim dan
kehormatannya; menjaga
persatuan setiap negeri Islam;
bahkan menjaga persatuan
seluruh negara Islam adalah
dengan mengubah semua sisten
yang ada (yang saat ini sedang
diterapkan) di dunia Islam.
Kemudian di atas puing-puing
kehancurannya diterapkan
sistem Islam dalam naungan satu
negara Islam, yaitu Khilafah
Rasyidah yang kedua, yang
dipimpin oleh seorang Khalifah.
Kemudian dengannya, Islam akan
diterapkan dengan sempurna,
seperti yang diterapkan
Rasulullah SAW yang mulia, dan
para Khalifah sesudahnya;
menghilangkan kezaliman dari
tengah-tengah kehidupan
masyarakat; menegakkan
keadilan; membebaskan negeri
dan umat Islam; menebarkan
kebaikan; dan mengambil kendali
inisiatif dari negara-negara kafir,
agar negara Islam menjadi
negara nomor satu di dunia;
menyebarkan Islam ke seluruh
dunia, untuk mengeluarkan
manusia dari kegelapam menuju
cahaya (Islam); serta
menyelamatkan mereka dari
kezaliman dan bobroknya sistem
Kapitalisme Demokrasi yang zalim
ini. Mengapa tidak dikatakan
demikian, padahal Rasulullah SAW
telah menyampaikan kabar
gembira dengan sabdanya.
Sementara beliau sendiri adalah
seorang yang jujur dan dapat
dipercaya.
ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ
مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ
يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ
تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ
النُّبُوَّةِ
“Lalu akan ada fase penguasa
diktator. Dengan kehendak Allah,
ia akan tetap ada, kemudian Dia
akan mengakhirinya, jika Dia
berkehendak untuk
mengakhirinya. Selanjutnya akan
datang kembali Khilafah
berdasarkan metode
kenabian.” (HR. Ahmad)
Dan untuk mewujudkan kebaikan
inilah, seharus kaum Muslim
beraktivitas dengan semangat
dan serius.
فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ
وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ
بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
“Kelak kamu akan ingat kepada
apa yang kukatakan kepada
kamu. Dan aku menyerahkan
urusanku kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Melihat
akan hamba-hamba-Nya”. (TQS.
Al-Mu’min [40]: 44)
Sumber: http://www.al-aqsa.orga
(17/08/2009)

One response to “Mengapa Kaum MuslimDibantai??

  1. Ping-balik: Kompas KomentariSinis Hari Al-QudsSedunia di Iran | Update Blog Terbaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s