Strategi penjajahan AS dan Sikap Kaum Muslimin

Kalau kita mengkaji dan mencermati secara intens terhadap perilaku Amerika Serikat di seluruh dunia, akan kita temui bahwa manuver-manuver politik negara adi daya tersebut selalu bertumpuh pada dua prinsip utama, yaitu :

pertama: dalam rangka melindungi dan mempertahankan AS dari setiap bahaya yang mengancam eksistensi maupun kepentingan-kepentingan AS di seluruh dunia.
kedua: untuk mencapai kepentingan-kepentingan tersebut dan dalam rangka menjaga eksistensinya, AS tidak akan segan-segan mengeksploitasi negara-negara lain.

dua prinsip ini yang menjadi standar berbagai manuver politik AS di luar negeri. dua prinsip ini tidak akan berubah, dan politik luar negeri AS tidak mungkin tegak kecuali mengacu kepada dua prinsip tersebut.

Di Indonesia, AS memiliki kepentingan ekonomi yang sangat besar. puluhan perusahaan raksasa AS selama puluhan tahun telah menanamkan modalnya dalam bidang keuangan/perbankan, pertambangan, minyak dan gas di berbagai wilayah di Indonesia. tentu saja AS tidak ingin ‘pengorbanannya’ itu sia-sia hanya karena kondisi keamanan, politik dan sosial yang terjadi di negeri ini. Belum lagi posisi Indonesia dilihat dari segi geopolitik yang sangat berpengaruh di kawasan regional Asia Tenggara (dirgo purbo-pengamat geopolitik; berita tv1; 24-02-09). Jadi apabila terjadi sesuatu yang akan mengganggu kepentingan dan eksistensi AS di Indonesia, maka AS akan melakukan segala upaya untuk menghentikan gangguan tersebut.
Allah SWT telah mengingatkan kaum muslimin terhadap upaya-upaya yang pasti dilakukan oleh bangsa kafir imperialis yang dipimpin AS untuk merubah aqidah dan pemikiran kaum muslimin, serta mengeksploitasi sumber-sumber ekonomi yang ada di negeri-negeri kaum muslimin. Firman Allah SWT :

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalagi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka jahanamlah orang-orang kafir itu dukumpulkan.” (TQS. al Anfaal:36)

“Mereka (orang-orang kafir itu) tidak henti-hentinya memerangi kamu (kaum muslimin) sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (TQS. al Baqarah:217)


Berdasarkan hal ini, maka sikap kaum muslimin menghadapi tindak tanduk kaum kafir imperialis -AS dan sekutunya- memposisikan mereka sebagai musuh, yang harus selalu diwaspadai. Sebab Allah SWT, Yang Maha Tahu, menyampaikan kepada kita bahwa orang-orang kafir itu tidak akan berhenti menghalang-halangi kaum muslimin yang ingin kembali kepada ajaran Islam dan kepada sistem hukum Islam.

mereka kaum kafir itu rela mengorbankan apa saja termasuk harta mereka untuk mencapai tujuan-tujuannya yang paling mendasar, yaitu menghapus sama sekali dari benak kaum muslimin gambaran tentang pelaksanaan sistem hukum Islam, membersihkan informasi danpengetahuan serta semangat kaum muslimin tentang dinul Islam. Kemudian menggantikannya dengan ideologi dan keyakinan yang lain, yang bertentangan dengan aqidah Islam. Merubah loyalitas kaum muslimin dari semangatnya kepada ajaran dan hukum-hukum Islam menjadi loyal terhadap simbol-simbol peradaban barat (ilmu pengetahuan, budaya, ideologi, dll) yang nyata-nyata telah menghancurkan masyarakat mereka sendiri.

Bagi kaum muslimin wajib mengetahui dan memahami prinsip-prinsip politik luar negeri negara kafir imperialis agar tidak menjadi bulan-bulanan dan sapi perahan mereka. di samping itu agar umat menyadari kekeliruan-kekeliruan yang pernah dilakukan para penguasa di masa lampau, sekaligus bagaimana menghadapi negara-negara kafir imperialis tersebut.

Dengan demikian, umat bisa bangkit dan memimpin dunia dengan ideologi Islam, sebagaimana yang pernah dilalui dalam sejarah umat manusia pada masa kekhilafahanIslam. Masalahnya adalah, apakah umat mau mempelajari dan memahami sejarahnya pada masa lampau, bangkit dan berjuang untuk meraih kemuliaan hidup sebagai seorang mukmin yang patuh menjalankan seluruh sistem hukum Islam. Menjadikan Islam sebagai ideologi (mabda) yang dipegang teguh dan diterapkan secara totalitas dalam semua aspek kehidupan. atau umat tetap tidak perduli dengan kondisi yang amburadul ini, yang berujung pada kehinaan di dunia dan dihina oleh bangsa-bangsa kafir imperialis, padahal Allah SWT telah mengingatkan permusuhan yang amat sangat pada diri orang-orang kafir, termasuk negara-negara kafir imperialis. Firman Allah SWT :

“Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.” (TQS. Ali Imran:118)

2 responses to “Strategi penjajahan AS dan Sikap Kaum Muslimin

  1. Hm…, susah juga tuh😀

    Klu orang Amrik bacanya (yang ngerti bahasa Kita tentunya)

    Hm…., hihihi😀

  2. perang……dan kebencian……hmhhhhhhhhhhh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s