Orang Tua Membaca Baca Komik

Komik Isabela, candy-candy, Avatar, Manohara, Cinta dan Anugerah, Harry Potter, Doraemon, Dewi, – It’s all the same. Sungguh menggelikan para orang tua baca “komik” setiap hari. Setidaknya dua jam baca komik dengan asyiknya. Sungguh tiada terkira nikmatnya kecanduan komik bagi mereka yang kecanduan. Komik manohara, komik dewi, komik cinta dan anugerah, dan lain-lainnya tiada henti laris dinikmati para orang tua. Apalah artinya dunia ini tanpa komik-komik itu (bagi mereka yang kecanduan). Dunia ini sungguh terasa hampa jika tidak menikmati baca komik-komik, bermacam-macam komik (bagi yang kecanduan). Pikiran jadi kosong, melayang , IQ turun drastis, otak memasuki kondisi setengah sadar, otak pasif. Harus melakukan apa kalau tidak membaca komik-komik itu, yang tersedia disuguhkan setiap waktu, terutama ketika prime time. Ketika prime time datang, semua (yang kecanduan) bersiap. Tidak tahu harus mengerjakan apa kalau tidak baca komik. Kalau berhenti baca komik sehari saja rasanya sungguh menderitakan. Kalau harus berhenti baca komik sedangkan waktu tersedia luang, rasanya bingung, dunia tidak ada yang menarik selain komik. Apakah ini tidak menggelikan? Ibu-ibu baca komik, bapak-bapak ikutan baca-baca komik, anak sudah bosan baca komik. Menjatuhkan nilai hidup di dunia. Mengalihkan sekali dari arti hidup yang sebenarnya. Iklan di komik pun tidak henti dipelototi. Apa yang lebih merusak dari playstation? Benar sekali. Skala yang masif. Lebih mempengaruhi anak-anak dan siapa saja (yang kecanduan) daripada para ustadz, kiai, da’i, ulama-ulama akhirat. Yang jumlahnya sedikit membangun, yang lebih masif malah merusak. Para remaja pecandu (televisi) seperti otak yang kosong siap diisi berbagai sampah tanpa ada filter. Akhirnya apa yang ada di televisi dengan secepat kilat jadi ada di dunia nyata. Bertahun-tahun menikmati segala apa yang ada di televisi tanpa pernah komplain. Ternyata dapat mengubah ideologi mereka (yang kecanduan). Paham-paham sesat banyak ditelan begitu saja dengan sukarela. Menjadi serba permisif, liberal, pragmatis, sedikit atau banyak menjadi alergi terhadap aturan-aturan Islam. Menjadi agen sekularisme tanpa dibayar. Membuat masa depan ibu-ibu, bapak-bapak menjadi suram. Anak-anak, cucu-cucu menjadi besar kemungkinannya lebih suram lagi seiring menyebarnya paham-paham, jalan hidup sesat. Semakin dini menerima kesesatan, semakin kuat jalannya menjadi sesat. Kesesatan hanya akan memperkecil peluang untuk bisa masuk surga. Apalagi mereka yang tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Membangun rumah di tepi jurang yang sudah pernah longsor dengan sukarela. Kehati-hatian memang sangat diperlukan karena kebodohan tidak pandang bulu.

________WAJIB MENGIMPLEMENTASIKAN HUKUM ISLAM________

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat, [Qur’an [4] An Nisa’ : 105]

_____________________________________________________

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [Qur’an [4] An Nisa’ : 115]

_____________________________________________________

…. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. …. [Qur’an [4] An Nisa’ : 135] _____________________________________________________

Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. …. [Qur’an [4] An Nisa’ : 146]

_____________________________________________________

…. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. [Qur’an [5] Al Ma’idah : 1] _____________________________________________________

…. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [Qur’an [5] Al Ma’idah : 13]

_____________________________________________________

…. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. [Qur’an [5] Al Ma’idah : 44] …. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. [Qur’an [5] Al Ma’idah : 45]

_____________________________________________________

…. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. [Qur’an [5] Al Ma’idah : 47] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. …. [Qur’an [5] Al Ma’idah : 48] dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. [Qur’an [5] Al Ma’idah : 49] Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? [Qur’an [5] Al Ma’idah : 50] _____________________________________________________

…. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. [Qur’an [5] Al Ma’idah : 70] _____________________________________________________

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. …. [Qur’an [5] Al Ma’idah : 87]

_____________________________________________________

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? [Qur’an [5] Al Ma’idah : 104] _____________________________________________________

Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.” [Qur’an [6] Al An’am : 15] _____________________________________________________

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? …. [Qur’an [6] Al An’am : 21]

_____________________________________________________

Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari. [Qur’an [6] Al An’am : 26] _____________________________________________________

…. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.” [Qur’an [6] Al An’am : 57]

_____________________________________________________

Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. [Qur’an [6] Al An’am : 70]

_____________________________________________________

Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. [Qur’an [6] Al An’am : 106]

_____________________________________________________

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? …. [Qur’an [6] Al An’am : 114] Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. …. [Qur’an [6] Al An’am : 115]

_____________________________________________________

…. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. …. [Qur’an [6] Al An’am : 119]

_____________________________________________________

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat (musuh-musuh) yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. [Qur’an [6] Al An’am : 123]

_____________________________________________________

Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. [Qur’an [6] Al An’am : 155]

_____________________________________________________

…. Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? …. [Qur’an [6] Al An’am : 157] _____________________________________________________

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. …. [Qur’an [7] Al A’raf : 3]

_____________________________________________________

(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat.” [Qur’an [7] Al A’raf : 45]

_____________________________________________________

Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. [Qur’an [7] Al A’raf : 87]

_____________________________________________________

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Qur’an [7] Al A’raf : 157]

________WAJIB MENGIMPLEMENTASIKAN HUKUM ISLAM________

Semoga Yang Maha Kuasa melindungi agama kami. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s