STOP!JANGAN BERUCAP DAN BERAMAL TANPA ILMU

Hati-hati!! Berkata-kata tanpa ilmu bisa nyusahin orang! Beramal tanpa ilmu bias membinasakan diri! Tidakkah anda sadar, segala sesuatunya harus berlandaskan kepada dasar, dasar atau dalil itupun bukan sembarang dalil tetapi dalil yang kuat. Apa yang akan terjadi jika anda seenaknya saja ngomong tapi nggak ada bukti? Pasti isu-isu nggak betul akan marak ke mana-mana. Orang-orang awam mungkin akan cepat percaya dan langsung disebarkan ke orang lain, hingga akhirnya tersebar berita nggak jelas. Beramal lagi, tanpa ilmu apa jadinya amal itu? Tidak usah urusan agama, soal duniawi, apabila kita beramal tanpa ilmu, apa kita akan berhasil? Jika ada orang berdagang, tapi tidak tahu cara berdagang, apa dia bisa untung? Kalau ada orang sakit, datang dia nggak tahu apa-apa langsung maen kasi obat aja, bukan malah sembuh bahkan mungkin bisa terantar langsung ke rumah masa depan (=liang lahat). Apalagi kalau soal agama ceritanya. Sholat tak tahu caranya, maen sambet aja, ya gak diterima. Datang yang satu lagi sok-sok ngajari, tapi dia pun tak tahu, tapi sok tahu. Hasilnya ya sama. Ucapan dan amal tanpa ilmu bisa membawa kesengsaraan dalam hidup.

Ketika berucap, ngomong2 sama orang. Kemudian mengatakan, Nabi begini-begini, Rasulullah begini-begini, tapi tidak berlandaskan dalil yang kuat, malah mungkin gak ada dasarnya, apa jadinya nanti? Belum lagi yang beramal seenak udel dia aja, lalu dibilangnya, Rasulullah mengerjakan seperti itu, tapi buktinya/dalilnya tidak ada. Dia telah berdusta atas nama Rasulullah. Kalau ada yang masih begitu, tolong perhatikan, bukan saya menggurui tapi saya mengingatkan, bahwa Allah memerintahkan kita untuk memeriksa apabila ada berita yang sampai kepada kita agar kita tidak menimpakan kesusahan dan musibah kepada suatu kaum. Kalau berucap jangan berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perhatikan hadits-hadits di bawah ini!

Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam “Barang siapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka”.
(Hadits shahih dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1/36) dan Muslim (1/8) dll)

Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, “Barangsiapa yang membuat-buat perkataan atas (nama)ku yang (sama sekali) tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”.
(Hadits shahih dikeluarkan oleh Ibnu Majah (No. 34) dan Imam Ahmad bin Hambal (2/321)

Dari Salamah bin Akwa, ia berkata. Aku telah mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengatakan atas (nama)ku apa-apa (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”.
(Hadits shahih riwayat Imam Bukhari (1/35) dll, hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad (4/47) dengan lafadz yang sama dengan hadits No. 1,4,5,6 & 8)

Kemudian Imam Ahmad meriwayatkan lagi (4/50) dengan lafadz.

“Tidak seorangpun yang berkata atas (nama)ku dengan batil, atau (ia mengucapkan) apa saja (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, melainkan tempat duduknya di neraka”.
Sanad ini shahih atas syarat Bukhari dan Muslim.

Dari Anas bin Malik, ia berkata. Sesungguhnya yang mencegahku menceritakan hadist yang banyak kepada kamu, (ialah) karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam telah bersabda : “Barangsiapa yang sengaja berdusta atasku (yakni atas namaku), maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”.
Hadits shahih dikeluarkan oleh Bukhari (1/35) dan Muslim (1/7) dll.

Dari Amir bin Abdullah bin Zubair dari bapaknya (Abdullah bin Zubair), ia berkata. Aku bertanya kepada Zubair bin ‘Awwam : “Mengapakah aku tidak pernah mendengar engkau menceritakan (hadits) dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sebagaimana aku mendengar Ibnu Mas’ud dan si fulan dan si fulan..? Jawabnya : Adapun aku tidak pernah berpisah dari Rasulullah sejak aku (masuk) Islam, akan tetapi aku telah mendengar dari beliau satu kalimat, beliau bersabda : “Barangsiapa yang berdusta atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”.
Hadits shahih, dikeluarkan Bukhari (1/35), Abu dawud (No. 3651) dan Ibnu Majah (No. 36 dan ini lafadznya) dll.

Dahulukanlah ilmu ketimbang amalan dan ucapan. Mana ilmu yang sudah kita dapat itulah yang disampaikan dan diamalkan. Jangan beramal dahulu, kemudian baru dicari mana dalil yang mendukungnya dan mengingkari dalil yang lebih kuat. Ingat, ibadah yang tidak dilandaskan pada ilmu, maka ibadah tersebut di tolak. Dan ibadah itu tidak boleh dikerjakan melainkan yang seperti yang dicontohkan Nabi. Nabi bersabda:”Siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka dia tertolak.”(HR. Muslim)

Jangan beramal tanpa ilmu. Jangan berucap tanpa ilmu. Jika berilmu, maka amalkan ilmu itu.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s