Simbol Yahudi di Perusahaan Dagang

Ketika pemahaman umat lemah dalam memahami Islam, akan banyak persepsi yang salah kaprah. sebuah perusahaan bernama “Debindo Multi Adhiswasti” salah satu perusahaan khusus pameran perdagangan dan pelanggan di Indonesia menggunakan simbol bintang david berwarna kuning sebagai simbol perusahannya.

Dengan simbol simbol bintang David tersebut Debindo berani menggunakan dalam beberapa spanduk pameran fashion, asesoris, kerajinan dan makanan yang diselenggarakan di HALL B JCC 9-13 September 2009.

Pada spanduk yang ditemukan di beberapa sudut kota Jakarta, simbol yahudi tersebut dengan jelas terpampang di sebelah kanan bawah spanduk, lebih mengherankan lagi spanduk yang di buat bercampur dengan symbol yahudi itu di peruntukan dalam rangka penjualan produk-produk menyambut idul fitri 1430 H.

Entah apakah ini ketidaktahuan atau ada unsur kesengajaan untuk menyebarkan simbol Yahudi tersebut. Namun, penggunaan bintang David khas Israel tersebut, bila dibiarkan akan melukai umat Islam.

Disengaja atau tidak symbol yahudi baik pada perusahaan maupun yang ada dalam sepanduk tersebut, lambat laun akan mengundang protes besar dari umat Islam di Jakarta. Karena, bintang segi enam dan mirip bendera Israel itu sangat sensitif bagi umat Islam.

Simbol Yahudi Harus Dilarang
Menurut Sekjen Forum Umat Islam KH. Muhammad Al Khaththath, Departemen Perdagangan harus melarang penggunaan symbol Yahudi oleh perusahaan di Indonesia, sebab Yahudi Israel adalah penjajah dan kita anti penjajahan sesuai dengan yang tercantum dalam konstitusi bahwa pebnjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Selain itu, Al Khththath juga menghimbau kepada Departemen Perdagangan harus meneliti keberadaan perusahan yang berlogo bintang david tersebut apakah dia perusahaan Yahudi yang beroperasi di Indonesia atau agen perusahaan Yahudi di Indonesia dan segera mengambil tindakan hukum atas perusahaan tersebut.

Kepada umat Islam kami serukan agar meboikot semua perusahaan Yahudi dan perusahaan apapun yang menggunakan logo dan lambang Yahudi sebagai bentuk penentangan kepada kaum penjajah dan kaum yang memusuhi umat islam, lanjutnya.

Telah kita saksikan Yahudi telah lama menjajah dan merampas tanah kaum Muslim di Palestina. Bahkan hingga saat ini Palestina masih belum memperoleh keadilan dunia. Ribuan kaum Muslim di sana menjadi korban pembantaian, perampasan oleh orang-orang Israel.

Dalam khazanah pemikiran Islam, sebuah benda yang dipengaruhi sebuah pemahaman tertentu termasuk kategori hadharah. Seperti salib yang merupakan simbol bagi kaum Nashrani. Maka penggunaannya sama dengan menyerupai kaum tersebut.

2 responses to “Simbol Yahudi di Perusahaan Dagang

  1. iii… maph sapi pengen nanya,, kenapa iia orang” pada benci Yahudi. Bukannya harusnya kita benci sifatnya,, bukan yahudinya kan..?!! Lagian kan kita sama” agama semit,, dari Allah,, walopun sekarang beda jauh,, tteup ajj kita masih sodara dari Nabi Ibrahim. Tambah lagi,, kan gag semua Jewish jahat,, gag semua juga orang yang ngaku Islam tu baek…

    • Allah swt dibanyak ayat didalam Al Qur’an telah membongkar berbagai kelakuan menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, baik penyimpangan mereka terhadap risalah yang dibawa oleh Musa as maupun terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

      Mereka adalah contoh orang-orang zhalim dan kufur akan segala nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka, karena kezhaliman dan kekufurannya itulah mereka banyak membunuh orang-orang yang beriman, memakan harta dengan cara yang batil, sombong dengan menganggap bahwa diri mereka adalah anak-anak dan kekasih Allah, mengingkari janji, tidak sabar dengan cobaan dan penderitaan.

      Di zaman Rasulullah saw pun, prilaku dan karakter mereka tidaklah berbeda dengan nenek moyang mereka yang ada pada zaman nabi-nabi sebelumnya. Diantara pengkhianatan mereka adalah upaya orang-orang Yahudi Bani Nadhir yang merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah saw yang sedang duduk bersandar pada sebuah dinding dengan menjatuhkan batu ke arah beliau meskipun upaya pembunuhan ini tidak berhasil. Dan peristiwa ini menyebabkan Rasulullah saw memerintahkan kaum muslimin untuk mengusir mereka dari Madinah.

      Demikianlah kebencian orang Yahudi kepada kaum muslimin sebagaimana disebutkan dalam firman Allah swt :

      Artinya : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al Maidah : 82)

      Artinya : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. Al Baqoroh : 120)
      Namun demikian Allah swt memerintahkan kaum muslimin untuk bisa berlaku adil didalam kebenciannya. Keadilan adalah ciri seorang muslim yang harus diberikan baik kepada kawan maupun lawan, orang dekat maupun orang jauh. Firman Allah swt

      Artinya : “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al MAidah : 8)

      Hukum membenci orang-orang Yahudi adalah seperti halnya hukum melaknat mereka. Para ulama bersepakat dibolehkan melaknat orang-orang Yahudi secara umum atau melaknat orang-orang tertentu yang memang sudah ada nash yang telah melaknatnya sedangkan terhadap orang-orang tertentu yang tidak ada nash baik dari Al Qur’an maupun hadits maka telah terjadi perbedaan ulama ada diantara mereka yang melarang namun ada juga yang membolehkannya jika ia orang kafir dan bukan orang fasiq sedangkan kelompok ketiga adalah membolehkan secara mutlak.

      Syeikhul Islam Ibnu taimiyah mengatakan,”Melaknat dibolehkan secara umum terhadap orang-orang yang melaknat Allah dan Rasul-Nya. Adapun melaknat orang-orang tertentu adalah jika dia mengetahui bahwa orang itu mati dalam keadaan kafir maka dibolehkan melaknatnya.

      Adapun orang-orang tertentu yang fasiq maka tidak dibeolehkan melaknatnya disebabkan adanya larangan Nabi saw untuk melaknat Abdullah bin Himar, seorang peminum khamr meskipun dibolehkannya melaknat secara umum terhadap setiap peminum khamr meskipun melaknat orang-orang tertentu yang fasiq atau para penyeru bid’ah masih menjadi perdebatan.” (Majmu’ Fatawa juz VI hal 511)

      Tidak Semua Israel adalah Yahudi

      Kata Israel adalah sebutan untuk Nabi Ya’qub as yang merupakan hasil pernikahan Nabi Ibrahim as dengan Sarah. Allah swt memberikan keturunan kepada Ya’qub sebanyak 12 orang yang kemudian dikenal dengan nama Bani Israil (Anak-anak Ya’qub). Diantara 12 orang tersebut terdapat Yusuf as yang kemudian Allah jadikan nabi dan mengajak ayah beserta saudara-saudaranya untuk bermukim di Mesir.

      Sedangkan Yahudi adalah umat Nabi Musa as. Pada asalnya Yahudi adalah agama langit yang memiliki kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as namun kemudian mereka menyimpangkan dan merubahnya. Yahudi saat ini bukanlah Yahudi yang diturunkan kepada Musa As akan tetapi ia adalah ajaran yang lain, sebagaimana firman Allah swt :

      Artinya : “Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah Perkataan dari tempat-tempatnya.” (QS. An Nisaa : 46)

      Realita ilmiyah dan nash menguatkan akan penyimpangan tersebut. Sejarah menyebutkan,”Sesungguhnya taurat diturunkan pada abad 6 SM, yaitu 9 abad setelah Musa as, hal ini juga dibarengi dengan anggapan orang-orang Yahudi dan Nasarani bahwa taurat yang sekarang ini adalah tulisan tangan Musa. Akan tetapi para peneliti—abad pertengahan—mengkritik pendapat tersebut dan menjatuhkan (argumen mereka). Ternyata taurat tersebut adalah tulisan dari Azran si pembuat kertas. Dan kenyataan ini diperkuat oleh Kelompok Kajian Perancis bahwa Musa tidaklah menulis taurat.. Sebagian Orientalis mengatakan,”Sesungguhnya taurat saat ini tidak lebih dari sebatas buku sejarah.” wallahualam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s