Ganyang Nasionalisme

Penjajah Berhasil membagi melayu
menggiringnya menjadi sekutu
Memberinya pilihan baru
Dijajah dalam hgemoni baru

Akhirnya merdekapun diberi
Penjajah seolah angkat kaki
Rakyat bersorak girang bukan kepalang
Merasa bangga berhasil jadi pemenang

Negara mulai dibenahi
Bergegas mereka menyusun konstitusi
Memilih Anggota dewan
Memilih Presiden
Membentuk Kabinet dan Menyusun APBN

Dijadikanlah Pancasila sebagai dasar Negara
Dijadikanlah UUD 1945 sebagai pedoman mengelola
Hukum warisan penjajah diterapkan dengan bangga
Walau terbukti gagal namun tetap dibela

Ingin kulontarkan klarifikasi
Pancasila tak layak disebut ideologi
Karna hanya kumpulan nilai
Yang tak mampu memberi solusi

Demi menumbuhkan rasa cinta
Nasionalisme dipelihara
Didanai bermilyar lebih uang kita
Agar Bangga menjadi warga Indonesia

Dituturkan dengan menggebu
Bahwa kita diikat dalam bahasa yang Satu
Tanah air dan Nusa Bangsa yang satu
Dan kita menjadi congkak dalam balutan nasionalisme yang menipu

Aku bertanya, kenapa bukan Tuhan yang satu ?
Agama dan Ideologi yang satu ?
Kitab Suci dan Nabi yang satu ?
Yang dijadikan sebagai ikatan pemersatu

Padahal mayoritas penduduk negeri ini muslim
Padahal islam mengajarkan kedamaian dan memberi kesejahteraan
Dan Islam tak hanya untuk muslim tapi juga non muslim
Padahal Komunisme telah runtuh duluan
Padahal kapitalisme menuju kehancuran
Kenapa kita tidak memperjuangkan Syari’at Islam ?

Ketika ambalat digugat
Ketika separatis menghendaki daulat
Ketika TKW dan TKI beroleh melarat
Rakyat dikompori agar membela martabat dan pejabat

Rakyat geram dalam kebodohan
Meraung-raung penuh emosi
Siap mati membela negeri
Dan sejarah akan menertawakan ketololan ini

Ketika sipadan dan ligitan dicaplok
Ketika reog dan lagu rame-rame diakusisi
Ketika Manohara dizholimi
Ketika Tari pendet diklaim saudara sendiri (Malaysia)
Rakyat meradang
Mulut mereka memaki
Dadanya bergemuruh penuh amarah
Melebur dalam satu perlawanan : Ganyang Malaysia !

Anehnya…
Kenapa hal serupa tidak terjadi
Ketika Free Port Mencuri emas kita
Ketika Exxon Mobil dan Chevron Merampok Minyak-minyak Kita
Ketika Aneka Tambang, Arutmin dan Adaro menggarong batu bara kita
Ketika IMF, Bank Dunia, ADB mencaplok kedaulatan negeri ini lewat hutang luar negeri
Ketika Kepornoan, Kesyirikan dan beragam kemaksiatan dijajahkan kepada anak-anak negeri ini
Ketika anggota dewan merumuskan UU untuk menjual negeri
Ketika 64 tahun Sekularisme hanya memberi keterjajahan bagi 200 lebih rakyat Indonesia
Kenapa kita hanya berdiam diri ??????????????????????????

?????????……………..………….

Wahai rakyat jangan gegabah
Kekerasan hanya akan memperparah
Perang hanya akan memecah belah
Sadarlah bahwa ini ulah penjajah
Yang ingin kembali menjarah !

Wahai rakyat sadarlah
Nasionalisme adalah paham yang salah
Buang dan Jauhilah
Karena Allah memberi kita Syari’ahNya yang Indah dan Berkah
Tunggu apalagi ayo bergeraklah
Hnacurkan musuh Allah dan Ganyang Nasionalisme….!!!!

2 responses to “Ganyang Nasionalisme

  1. Tuhan itu satu…
    Agama hanya menjadi perantara saja…
    Nabi-nabinya punmembawa kita pada satu Tuhan..
    Alam.. itu seharusnya yang kita jaga sebagai pemberian Tuhan

    • Tuhan itu satu, tidak beranak dan diperanakkan, Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah: 72)

      jadi tidak ada pluralisme dalam islam. (bukan pluralitas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s