Patutkah Dapat Diduga POLRI Sembunyikan Dosa Bom GORIES MERE ?

Tahukah anda film terbaru berjudul TRANSFORMERS yang sejak beberapa pekan ini ikut menghiasi kancah perfilman yang diputar di berbagai bioskop ? Trans Formers yang identik dengan MAHLUK ROBOT seakan mengilhami Detasemen Khusus (Densus) 88 yang memamerkan aksinya yang “ceritanya” atau “naga-naganya” hendak menangkap teroris NOORDIN M TOP.

Hebatnya lagi, Densus 88 seakan kumat alias kambuh dengan cara memberikan EKSKLUSIF PEMBERITAAN kepada sebuah televisi swasta nasional.

Dulu, selama kurang lebih 5 tahun — saat Komisaris Jenderal GORIES MERE memimpin Tim Anti Teror POLRI — dilakukan juga dengan sangat liar, lancang, licik dan sangat tidak tahu malu perbuatan tak pantas berupa EKSKLUSIF PEMBERITAAN hanya kepada satu televisi swasta yang dipimpin seorang sahabat dekat Gories Mere.

Patut dapat diduga, dari pemberian EKSKLUSIF PEMBERITAAN selama bertahun-tahun itu aada aliran dana yang dinikmati sendirian oleh kubu (sok) eksklusif GORIES MERE. Kini, Densus “TRANSFORMERS” 88 Anti Teror POLRI kembali kumat dan kambuh memberikan EKSKLUSIF PEMBERITAAN itu.

Hebatnya lagi, kok bangga memamerkan kepada publik aksi yang patut dapat diduga bau terasi karena mengandalkan ROBOT dalam menangani terorisme. Bubarkan saja Densus 88 Anti Teror dan ganti menjadi Detasemen Robot Anti Teror POLRI. Memalukan jika praktek penanganan yang sok canggih ala ROBOT TRANSFORMERS dibuka dan dibanggakan kepada publik.

Pada era kepemimpinan Sutanto selama 38 bulan menjadi KAPOLRI, Jenderal kelahiran Comal (Pemalang) itu seakan tak berwibawa dan sangat tidak bergigi untuk bisa mengendalikan perilaku yang sangat liar, lancang, licik dan tidak tahu malu dari kubu GORIES MERE.

Sehingga, pada era Sutanto aksi EKSKLUSIVITAS PEMBERITAAN itu merajalela dengan sangat kesetanan dan menganggap bahwa PERS NASIONAL adalah anak tiri alias warga negara kelas dua alias sampah yang tak perlu di gubris oleh POLRI.

http://katakamiklik.files.wordpress.com/2009/03/1-sutanto-bhd.jpg

Setelah diprotes dengan sangat keras, akhirnya pertengahan Juli 2007 aksi EKSKLUSIVITAS PEMBERITAAN ala Gories Mere and the gang resmi dilarang dan dinyatakan sebagai PERBUATAN TERLARANG di dalam seluruh aktivitas penanganan terorisme.

Kini, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri kembali menunjukkan ketidak-mampuannya dan ketidakberdayaannya mengendalikan Densus 88 Anti Teror POLRI yang patut dapat diduga mengais untung dan haus materi dengan cara memberikan EKSKLUSIVITAS PEMBERITAAN.

Hanya satu televisi yang dibiarkan meliput dan menyiarkan “sok eksklusif” dengan memamerkan anak bawang yang sama — yang di era GORIES MERE memimpin langsung Tim Anti Teror — mendapatkan kekhususan.

http://albavitcom.files.wordpress.com/2009/07/grace-natalie.jpg

Tampaknya, patut dapat diduga GORIES MERE sangat ingin agar reporter perempuan muda yang seumur dengan anaknya ini, bisa naik daun dan menunjukkan eksistensi patut dapat diduga hendak dikarbit untuk bisa menjadi JURNALIS handal yang mengerti terorisme.

Aduh, kasihan deh lo !

https://i0.wp.com/i.peperonity.com/c/A50E1E/948620/ssc3/home/054/chavroel/mabes_polri_15227.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, juga Menko Polhukkam Widodo Adi Sucipto harusnya memiliki rasa malu dan kesadaran yang tinggi bahwa PEMERINTAH menjadi sangat tertampar dan ikut dipermalukan dengan aksi DISKRIMINASI dari POLRI dan Densus 88 Anti Teror kali ini yaitu dengan mengulangi PENYAKIT LAMA menempatkan PERS NASIONAL sebagai anak tiri alias warga negara kelas dua alias tidak adanya asas keadilan kepada seluruh wartawan dan seluruh media massa untuk mendapatkan akses dan bahan pemberitaan yang sama.

Densus 88 bukan didirikan oleh dengan menggunakan otoritas dan keuangan dari nenek moyang Jenderal BHD, Komjen Gories Mere ataupun oknum pejabat POLRI lainnya.

https://i2.wp.com/photos.friendster.com/photos/group/46/93/503964/163113645465s.jpg

Densus 88 adalah sebuah Detasemen Khusus Anti Teror yang didirikan dengan menggunakan uang rakyat lewat anggaran negara serta dengan adanya bantuan dari Pemerintah AMERIKA SERIKAT.

Darimana ceritanya, sepanjang Densus 88 didirikan maka bisa seenak jidatnya saja GORIES MERE mengkomersialisasikan Densus 88 Anti Teror untuk kepentingan pribadinya dan untuk menjabarkan perintah pribadinya ?

Patut dapat diduga, POLRI sudah semakin tidak fokus dan hilang arah menangani bom MEGA KUNINGAN sehingga ada saja akal-akalan untuk mencari kambing hitam dan kesibukan yang dibuat-buat untuk menutupi kesalahan GORIES MERE yang terindikasi terlibat dalam BOM MEGA KUNINGAN !

Kapolri BHD jangan mengulangi aksi tidak berbobot dari Jendearl SUTANTO saat menjabat dulu ketika gembong teroris dr Azhari dikabarkan meninggal dunai di Batu Malang (November 2005).

Patut dapat diduga ada kebohongan publik yang telah dilakukan KAPOLRI SUTANTO dan GORIES MERE !

Patut dapat diduga gembong teroris dr Azhari belum mati alias tidak benar mati tertembak.

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/1-ryamizard1.jpg

Ini terkuak saat Jenderal Ryamizard Ryacudu — Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat — menerima informasi dari seorang sahabat dekatnya yang menimba ilmu di Malaysia dan mendapat informasi dari sumber terpercaya di Malaysia bahwa patut dapat diduga dr Azhari masih hidup alias TIDAK BENAR KLAIM dari Indonesia gembong teroris itu sudah ditewaskan.

Ini berkaitan erat dengan informasi yang diterima KATAKAMI dari seorang wartawan senior dari Kantor Berita ANTARA.

https://i2.wp.com/www.balipost.co.id/balipostcetak/2002/11/8/BAHTIAR.gif

Menurutnya, Mantan Kapolri Dai Bahtiar sempat menghubungi Sutanto lewat telepon untuk mengingatkan bahwa keputusan Sutanto untuk tidak perlu melakukan otopsi terhadap JENAZAH yang diklaim sebagai dr Azhari, akan menjadi bumerang dan ditertawakan oleh POLISI sedunia jika kematian “dr Azhari” itu tidak disertai OTOPSI.

Kapolri BHD juga perlu diingatkan tentang aksi Densus 88 Anti Teror dibawah kendali GORIES MERE saat mengepung dan menyerang sebuah rumah di Wonosobo ala film action. Berjam-jam dikepung dan ditembaki karena konon kabarnya ada NOORDIN M TOP, ternyata nihil alias OMDO (Omong Doang !). Kumatnya POLRI memberikan EKSKLUSIVITAS PEMBERITAAN kepada sebuah media televisi saja, sangat mengecewakan dan pantas untuk dikutuk sekeras-kerasnya oleh PERS NASIONAL. Ini menjadi tren yang tidak sehat, tidak adil dan tidak pantas ditolerir oleh PEMERINTAH — yakni Presiden SBY dan Wapres JK –.

Copot Kapolri BHD, Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji dan Kepala Densus 88 Anti Teror Brigjen Saut Usman Nasution.

Memalukan sekali pada era keterbukaan dan transparansi seperti ini, masih punya muka dan masih punya nyali untuk menginjak-injak PERS NASIONAL. Mematut dirilah BHD, Susno dan Densus 88, pantaskah anda sekalian menganak-tirikan dan menempatkan PERS NASIONAL sebagai warga negara kelas dua ?

Memangnya anda-anda itu siapa ?

Hentikan EKSKLUSIVITAS PEMBERITAAN itu.

Kasihan sekali, patut dapat diduga dampak dari semuanya itu adalah INDONESIA bisa dianggap sebagai warisan nenek moyang manusia bernama GORIES MERE karena masih tetap merajalela mendikte KAPOLRI, KABARESKRIM dan DENSUS 88 ANTI TEROR POLRI.

7 responses to “Patutkah Dapat Diduga POLRI Sembunyikan Dosa Bom GORIES MERE ?

  1. ismailkarim86

    perlu pnyelidikn jauh dan obyektif, jngn smpai jd fitnah

  2. kasus ini makinmembingungkan juga yang jelas penggiringan teroris ke umat Islam sudah ebrhasil…dimana mana sekarang orang akan curiga kalau ada orang berjenggut panjang dan berjubah…

    Ini adalah salahs atu keberhasilan AS dan antek-anteknya

    • tugas seluruh umat islam untuk membongkar konspirasi jahat org2 munafik dan kafir yg takut akan kebangkitan islam. sesungguhnya makar Allah itu jauh lebih hebat.

  3. Ping-balik: Patutkah Dapat Diduga POLRI Sembunyikan Dosa Bom GORIES MERE ?

  4. 🙂 Densus 88,
    Pembunuh yang didanai US.

  5. Densus 88 over acting!! Liputannya Tidak pantas ditayangkan di TV, lebih baik videonya disimpan saja!!! Saya sangat menyesalkan tindakan mas-mas Densus yang juga manusia, bagaimana perasaan anda? Malu pa malah bangga!

  6. Dr. Azhari tidak meninggal di Malang, Noordin tidak meninggal di Solo, Ibrahim/Ibrohim/Boim tidak meninggal di temanggung, Zuhri tidak meninggal di Ciputat. Khusus untuk Noordin M. Top, beliau tidak meninggal ditembak Densus 88, tetapi oleh kesatuan “yg lain”, bahkan salah satu anggota Densus 88 pengawal Noordin tewas tertembak… Mereka ceroboh, masuk menginfiltrasi tokoh-tokoh Islam di Propinsi yg dikenal menjadi basis markas terbesar “Kesatuan yg Lain” itu. Tidak perlu ratusan personel, tidak perlu 18jam, hanya dengan 5 orang pasukan elit, tidak lebih dari 1 menit in-action, gerombolan “teroris” itu tewas, setelah itu “pasukan yg lain” yg menyatakan geram dengan cara-cara kotor pemberantasan teroris itu mengontak Densus 88, menyerahkan mayat Noordin dan koleganya.. selanjutnya satu hari setelah itu, mayat-mayat itu dibawa ke sebuah rumah di Solo untuk “Ditembaki”, sekaligus diliput media luas. Demikianlah yg terjadi pada almarhum2 teroris yg lain. Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s