Kelompok Teroris “Bekerjasama” atau “Dipelihara” Aparat Keamanan

Sekjen Forum Unnat Islam Mohammad Al Khaththath  merasa heran Noordin M Top , warga negara Malaysia bisa leluasa merekrut orang Indonesia untuk menjadi pelaku bom bunuh diri dan melakukan pengeboman di mana-mana. Sementara kita  (FUI) yang aktif me-lakukan kegiatan ke islaman  sama sekali tidak mengetahui tindak tan-duk para teroris yang berdalih melakukan pengeboman dengan me-ngatasnamakan agama tersebut. Kita tahu setelah kasusnya diumumkan polisi, ujarnya dalam percakapan dengan Harian Terbit, Rabu pagi.

“Banyak hal yang mengherankan saya dalam kaitan dengan aksi teroris di Indonesia. Misalnya kehadiran Nasir Abbas (mantan JI) yang sering bicara di TV soal sepak terjang teroris termasuk jaringan Noordin M Top,” tambahnya.

Dalam suatu pertemuan forum komunikasi beberapa waktu lalu terkait dengan upaya penanggulangan terorisme beberapa tahun lalu, Nasir Abbas pernah ditanya oleh peserta :”Anda  kan warga Malaysia  dan menetap di Indonesia apakah Anda punya paspor?” Nasir waktu itu menjawab dia tidak punya paspor dan bisa tinggal di Indonesia karena di bawah perlindungan aparat keamanan.

“Pertanyaan  kita , kalau kehadiran Nasir Abbas di Indonesia  untuk membantu polisi membongkar jaringan teroris  tapi koq sampai sekarang  aksi teroris tidak berhenti juga. Kasus seperti ini menjadi pertanyaan bagi saya,” ujar Al Khaththath.

Kecurigaan juga disampaikan pakar teroris Indro Tjahyono, menurutnya, ada kelompok teroris yang ‘bekerjasama’ atau ‘dipelihara’ aparat keamanan. “Jadi, kalau polisi mau tidaklah sulit menangkap mereka karena polisi tahu semua soal jaringan terorisme,” papar Indro.

Sementara itu, pengamat Kepolisian Neta S pane berpendapat, sangat riskan jika kepolisian ikut terlibat atau bermain di dalam jaringan terorisme. Namun ia mengakui, tidak menutup kemungkinan oknum-oknum kepolisian ikut bermain dan ‘memelihara’ mereka.

“Indikasinya Noordin Top itu sudah lama sekitar 2 tahun di Indonesia. Dia berkeliaran kemana-mana, masa sih gak bisa ditangkap,” ujar Neta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s