Data Ledakan Bom Tahun 2000-2009, Kenapa Kebanyakan “Pelakunya” Orang Islam..?

Berikut adalah catatan Tragedi Bom tahun 2000-2009, dan mengapa “Pelakunya” kebanyakan Orang Islam

• 1 Agustus 2000
Bom meledak di Kedubes Filipina, 2 orang tewas, 21 orang luka luka
• 13 September 2000
Bom meledak dilantai parker Bursa Efek Jakarta
• 24 Desember 2000
Serangkaian bom meledak pada malam Natal di Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Mataram, Pematang Siantar, Medan, Batam dan Pekan Baru
• 22 Juli 2001
Bom meledak di Gereja Anna dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan ( HKBP ) di kawasan Kalimalang Jakarta Timur, Lima orang meninggal dunia
• 31 Juli 2001
Bom meledak di gereja Bethel Tabernakel Kristus Alfa Omega, Jl Gajahmada 114-118 Semarang
• 23 September 2001
Bom meledak di Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat. Ledakan tersebut merusak beberapa mobil di pelataran parker lantai dua gedung tersebut
• 6 November 2001
Bom rakitan meledak dihalaman Australian International School, Pejaten, Jakarta Selatan
• 12 Oktober 2001
Bom Meledak di restoran KFC Makasar
• 12 Oktober 2002
Paddy’s Club dan Sari Club ( SC ) di jalan Legian Kuta, Bali diguncang bom. Dua bom meledak dalam waktu yang hamper bersamaan yaitu pukul 23.05 Wita. Lebih dari 200 orang tewas, 200 lebih lainnya luka berat maupun ringan. Pada pukul 23.15 Wita bom meledak di Renon, berdekatan dengan kantor Konsulat Amerika Serikat.
Korban terbanyak dari Australia yaitu 88 orang.
Peristiwa ini sering dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.
Pasca bom ini dibuat Undang Undang Anti Terorisme dan dibentuk Pasukan Anti Teror Densus 88
Yang menjadi menyakitkan umat Islam adalah salah satu alasaan memakai Nama Densus 88 adalah jumlah 88 korban meninggal dari Australia. Apakah nyawa 88 orang kafir yang lagi dugem lebih mulia dari ribuan nyawa orang muslim yang dibantai di poso dan ambon?
• 3 Februari 2003
Bom rakitan meledak di lobi wisma bayangkari Mabes Polri Jakarta. diduga Pelakunya Polisi dan hanya dijerat Dituntut Lima Tahun Penjara

27 April 2003

Bom meledak di Bandara Sukarno Hatta. Dua orang luka berat
• 5 Agustus 2003
Bom meledak di kawasan Hotel JW Marriot Mega Kuningan, Jakarta. Sebanyak 14 orang Tewas.
• 10 Januari 2004
Bom meledak di Palopo, Sulawesi. 4 Orang tewas
• 9 September 2004
Ledakan dasyat ( high Explosive ) terjadi di Kedubes Australia, Gedung gedung pencakar langit di Jl HR Rasuna Said Kuningan Jakarta yang berada dekat Kedubes Australia juga Hancur. Enam orang Tewas
• 12 Desember 2004
Bom meledak di Gereja Immanuel Kota Palu.
• 28 Mei 2005
Bom meledak di Tentena , Poso, Sulawesi Tengah. 22 orang tewas
• 8 Juni 2005
Bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia, Ust Abu Jibril di Pamulang Jawa Barat
Empat Keganjilan Sebelum Bom Meledak di Rumah Abu Jibril
Bom Sebagai Cara Polisi “Masuk” Rumah Abu Jibril
• 1 Oktober 2005
Bom meledak di Kuta Bali. 22 orang tewas
• 31 Desember 2005
Bom meledak di Pasar daging Babi di Palu, Sulawesi Tengah
• 10 Maret 2006
Ledakan bom di rumah penjaga Kompleks Pura Agung Setana Narayana di Desa Toini. Poso
• 22 Maret 2006
Sekitar pukul 19.00 Wita bom meledak di pos kampling di dusun Landangan, Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir
• 1 Juli 2006
Ledakan bom di gereja Kristen Sulawesi Tengah ( GKST ) Eklesia Jalan Pulau Seram, Poso.
• 3 Agustus 2006
Sekitar pukul 20.00 Wita bom meledak di Stadion Kasintuwu yang terletak disamping Rumah Sakit Umum Poso
• 18 Agustus 2006
Bom meledak lagi di Poso
• 6 September 2006
Bom Meledak di Tangkura, Poso Pesisir Selatan
• 17 Juli 2009
Ledakan di Ritz Caltron dan JW Marriot. Sembilan Orang Tewas. Dengan Perstiwa ini polisi bukan hanya kecolongan , tetapi juga ditampar karena pelaku menggunakan metode baru yaitu menyusup dari dalam

Kenapa Kebanyakan “Pelakunya” Orang Islam?

[Pertama]Kalau diperhatikan, sebagian besar sasaran bom bom diatas berhubungan dengan peristiwa Poso. Jawabannya akan mudah ditebak, yaitu karena umat islam merasa adanya ketidak adilan dalam penegakan hukum di negeri ini

Mengapa ketika sejumlah orang Islam yang masuk dalam DPO menyerahkan diri, kemudian diadili, mereka dikenai pasal UU Terorisme. Sedangkan kelompok Kristen, seperti Pendeta Damanik yang tertangkap basah membawa mobil berisi puluhan senjata dan amunisi hanya dihukum 3 tahun , Tibo Cs hanya dijerat pasal KUHP.

Mengapa, ke 29 orang Muslim yang di-black list dan dimasukkan ke dalam DPO aparat kepolisian, tidak jelas alasannya. Sedangkan 16 orang pentolan yang disebut oleh Tibo sebagai otak dari kerusuhan Poso, mengapa tidak dimasukkan ke dalam DPO atau ditangkap?

Mengapa setiap kali terjadi kerusuhan yang melibatkan warga Muslim di Poso, pemerintah menurunkan Densus 88. Tetapi bila kerusuhan yang sama dilakukan warga Kristen, seperti kerusuhan di Papua, dan kemudian Tentena yang dilakukan warga Kristen yang menolak eksekusi Tibo dengan membakar kantor Bupati dan ratusan rumah penduduk, pemerintah tidak menurunkan Densus 88 untuk memburu mereka, padahal mereka melakukan perusakan dan memiliki senjata! Apakah Densus 88 dipersiapkan khusus untuk memburu aktivis Muslim? ( disarikan dari Siaran Pers Majelis Mujahidin soal Densus 88 tanggal 26 Januari 2007 )

[Kedua]Alasan yang lazim dipakai adalah apa yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya memerangi negeri negeri muslim dengan dalih memburu terorisme yang sebenarnya tindakan terorisme itu dimulai oleh Amerika sendiri.

Bila Imam Samudra yang telah membom sepenggal jalan di Legian – Bali, mengakibatkan ratusan orang tewas, ratusan luka-luka, ratusan bangunan hancur disebut teroris. Lantas apa sebutan yang layak untuk Bush yang bukan hanya menghancurkan sepenggal jalan di Baghdad tapi seluruh kota. Bahkan bukan hanya Baghdad tapi seluruh Irak, yang menimbulkan bukan hanya ratusan tapi puluhan ribu tewas?

Imam Samudra mengaku keliru sasaran, dan untuk kekeliruannya itu ia dihukum mati. Bush menyerang Irak katanya untuk menghancurkan WMD, tapi nyatanya tidak ada. Jadi Bush keliru. Dan apa hukuman untuk kekeluran itu? Tidak ada!!!

Postingan ini tidak bermaksud memprofokasi umat Islam atau mendiskreditkan Densus 88. tetapi hanya sedikit ungkapan hati yang mengajak kita untuk bisa berpikir lebih bijaksana  siapa biang teroris sesungguhnya. Umat Islam yang mayoritas ini harusnya dirangkul untuk memerangi terorisme.

Tulisan Terkait :

  1. Apakah Islam Itu Mengajarkan Teroris
  2. Apakah bom bunuh diri selalu termotivasi Agama
  3. Terorisme bukan Jihad ( Ceramah Dr Zakir Naik )
  4. FUI dan Baasyir Desak Densus 88 Dibubarkan
  5. Cara Membuat Bom , Saya siap Jadi “Pengantin” Bom bunuh diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s