Laa Takhof wa Laa Tahzan, Jangan Sedih dan Janganlah Bimbang

Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. [QS. Al-Baqarah: 38]

Allah telah mengirim Nabi Adam ke bumi untuk menjadi khalifah-Nya. Namun Allah berjanji akan memberi petunjuk melalui malikat-Nya agar Adam dan keturunannya dapat menjalankan tugas mereka sebagai hamba dan khalifah Allah dengan sukses dan meraih kemenangan.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-Baqarah: 277]

Kebahagiaan
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Ali Imran: 170]

Mario Teguh, seorang motivator terkenal, merumuskan kebahagiaan sebagai tidak adanya ketidak-bahagiaan. Apa yang beliau maksud dengan ketidak-bahagiaan? Ketidak-bahagiaan yang beliau maksud adalah keadaan di mana hadir rasa khawatir dan atau rasa takut.

Al-Khauf, ketakutan dan kekhawatiran, merupakan penghalang bagi seseorang dari mengambil tindakan. Ketakutan yang berlebihan akan mengalahkan keyaqinan seseorang untuk sukses. Bahkan al-khauf yang tidak pada tempatnya dapat membuat seseorang lupa kepada janji-janji Allah. Bahkan boleh dikatakan meragukan janji-janji Allah.

Misalnya seseorang enggan berbagi dengan sesama karena takut menjadi miskin. Maka Allah berfirman dalam hal ini:

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-Baqarah: 268]

Setan sering membisikkan ke dalam hati orang-orang yang ingin bersedekah dengan berkata, “Janganlah kau sedekahkan hartamu, nanti kau akan menjadi miskin!” Tetapi Allah menguatkan kita dan berfirman, “Sedekahkanlah, maka Aku mengampunimu dan memberimu karunia yang luas.”

Begitulah sikap orang-orang beriman. Mereka selalu melihat segala hal dari sisi positif. Mereka menjadikan bantahan terhadap mereka sebagai penguat pendirian mereka. Semakin mereka dibantah, semakin kuat pendirian mereka.

(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Al-Wakil.” [QS. Ali Imran: 173]

Orang beriman yang penuh keyaqinan kepada Allah tidak akan takut atau pun gentar menghadapi perang-kejiwaan yang dilontarkan kepada mereka. Justeru mereka bertambah yaqin kepada Allah dan semakin menyerahkan diri mereka untuk diatur oleh Allah, Rasul-Nya dan pemimpin mereka yang sah.

Menggapai Kebahagiaan

Setiap hari kita mendengarkan adzan setidaknya sebanyak lima kali. Dalam adzan ada lafazh “Hayya ‘alal falah”. Al-Falah dapat berarti kemenangan, kesuksesan, kebahagiaan, kejayaan, keberhasilan, dsb. Bagaimana menggapainya?

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [QS. Al-‘Ashr]

Merugilah manusia yang telah diberikan waktu dan kehidupan, namun tidak memanfaatkannya di jalan kebaikan dan kebenaran. Hanya orang-orang yang mengisi kehidupannya dalam optimisme, beramal shalih, bekerja dan berusaha dengan baik dan benar, kemudian saling menguatkan, saling memotivasi kepada jalan kebenaran serta memotivasi untuk tetap sabar dan setia pada kebaikan, itulah yang menggapai kebahagiaan haqiqi. Kebahagiaan yang lebih besar dari sekedar materi dunia dan seisinya. Karena orang yang tetap sabar dalam kebaikan akan memperoleh tidak hanya materi atau pun dunia dan segala isinya, tetapi juga nilai-nilai, hal-hal immateril, segala apa yang terkandung dalam jiwa yang luhur, serta menjadi dekat dengan Allah. Orang yang setia kepada kebaikan haqiqi akan menjadi kekasih Allah SubhanaHu wa Ta’ala. Inilah kebahagian seajti yang abadi.

Tauladan

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [QS. Al-Fatihah: 7]

Di dunia ini begitu banyak manusia dengan segala macam sifat dan keadaannya. Di antara mereka ada yang sukses dan disukai banyak orang, namun juga ada yang rusak, menjadi sampah masyarakat, dan dibenci banyak orang. Lihatlah kedua type itu!

Jika Anda bertemu dengan orang sukses, katakanlah, “Dia orang sukses, dan saya akan menjadi seperti dia jika saya mengikuti langkah-langkah yang ditempuhnya.”

Jika Anda bertemu dengan orang gagal, katakanlah pada diri Anda, “Dia orang yang gagal, dan saya akan menjadi seperti dia jika saya mengikuti langkah-langkah yang ditempuhnya.”

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Yunus: 62]

Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [QS. An-Nisa`: 69]

Petunjuk Itu

Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. [QS. Al-Baqarah: 1-5]

Al-Qur’an adalah kitab yang lebih hebat dari Science of Getting Rich, Seven Habits, dan buku-buku yang sejenis. Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan kesuksesan dunia, tetapi kesuksesan dunia dan akhirat. Tinggal Anda mau mengikutinya atau tidak.

Ikuti Petunjuk Itu!

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-An’am: 48]

Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-A’raf: 35]

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali Imran: 31]

Semakin kita mengikuti langkah-langkah mereka, semakin kebiasaan mereka juga menjadi kebiasaan kita, maka semakin kita menjadi dekat dengan Allah. Juga semakin keputusan dan perbuatan kita menjadi tepat sesuai yang disukai serta diridhoi Allah. Pada saat itu, apa yang kita fikirkan, kita ucapkan, dan kita perbuat akan semakin memancarkan citra Ilahi.

Dari Abu Hurairah ra katanya: Rasulullah SAW telah bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman : “Barangsiapa yang memusuhi wali-wali-Ku, sesungguhnya Aku menyatakan perang ke atasnya. Dan tidaklah seorang hamba itu mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku cintai melainkan dengan apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Berterusanlah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan mengerjakan (amalan-amalan) nawafil (sunnah) hinggalah Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, Aku adalah penglihatannya yang dengannya ia melihat dan tangannya yang dengannya ia memegang dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Dan jika ia meminta kepada-Ku, Aku akan mengurniakannya dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, Aku akan melindunginya.” (HQR. Imam Al-Bukhari)

Wakilkan Kepada Allah

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. [QS. Al-Baqarah: 286]

(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-Baqarah: 112]

Jika Anda khawatir tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepada Anda, atau Anda khawatir akan gagal dalam suatu hal, maka hilangkan kekhawatiran itu. Kerjakan saja apa yang mampu Anda kerjakan, lalu serahkan apa yang tidak mampu Anda kerjakan kepada Allah. Berusaha itu urusan kita, sedangkan hasil itu urusan Allah. Kerjakan urusan kita, dan biarkan Allah mengurus urusan-Nya. Jika kita berusaha dan menyerahkan diri kepada Allah, maka tidak ada kekhawatiran dalam diri kita dan tidak pula kesedihan. Karena kita yaqin bahwa kita telah berusaha sebaik mungkin yang kita mampu. Dan kita akan siap menerima segala ketentuan dari Allah Yang Mahakuasa. Dan Allah akan memberi kita balasan atas usaha baik kita, apakah di dunia ini maupun di akhirat kelak.

Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. [QS. Al-Mu`min: 44]

Istiqomah

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. [QS. Al-Ahqaf: 3]

Sesungguhnya Al-Qur`an itu mengajarkan banyak kebaikan dan memastikan pengikutnya yang istiqomah untuk sukses dunia dan akhirat. Mario Teguh sering menggunakan istilah ’setia kepada kebaikan’ sebagai ganti istilah ‘istiqomah’. Karena istiqomah dalam Islam tentu saja bukan teguh di dalam kesesatan, tetapi teguh dalam mengikuti kebaikan-kebaikan yang diajarkan Al-Qur`an. Teguh dalam mengikuti langkah-langkah para Nabi, para wali, para shiddiqiin (orang-orang benar), shalihin (orang-orang shalih), dan syuhada (orang-orang yang mati dalam membela dan mempertahankan ajaran kebaikan, yaitu Islam).

Mari Pelajari dan Amalkan!

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, [QS. Fathir: 29]

Marilah kita mengkaji Al-Qur`an dan Al-Hadits! Yaqinlah bahwa Al-Islam adalah ajaran yang sempurna! Selamatlah manusia yang mengamalkannya dengan keimanan kepada Allah; selamat di dunia, juga di akhirat. Tidak ada alasan yang masuk aqal untuk meninggalkan ajaran ini.

Marilah kita berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan Sunnah Rasul! Sungguh, Rasulullah telah menyuruh kita untuk memegang Al-Qur`an dengan erat melalui perkataannya, “Gigitlah Al-Qur`an dengan gigi gerahammu.” Dan bersabarlah dalam berjalan menuju Allah. Barangsiapa bersungguh-sungguh dalam menuju Allah, maka Allah tunjukkan jalan-Nya yang lurus. Maka janganlah kita berputus asa.

(Ya’qub berkata: ) “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. [QS. Yusuf: 87]

Saksikan Mario Teguh di O Channel
Setiap Kamis pukul 21:00, Sabtu pukul 20:00, dan Ahad pukul 13:00
Lalu perhatikan betapa sesuainya ajaran Islam dengan apa yang diajarkan oleh para motivator di abad ini.

Allah telah menyuruh kita untuk memperhatikan dan menggunakan aqal-fikiran kita. Maka perhatikanlah, dan temukanlah bukti-bukti kebenaran Islam.

Download : http://hotarticle.org/la_tahzan.zip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s