Putra Jenderal Tinggi Inggris Kehilangan Kakinya oleh Bom Taliban

Putra jenderal Senior Inggris kehilangan kakinya dan menderita luka parah akibat terkena ledakan bom saat ia melakukan patroli jalan kaki di selatan Afghanistan hari Sabtu.

Kapten Harry Parker 26 tahun, dari Batalion Rifles ke 4, ia diterbangkan kembali ke negaranya dan menerima perawatan di rumah sakit Selly Oak, Birmingham. Rumah sakit tersebut biasanya dipakai untuk para tentara yang terluka di medan perang.

Harry adalah putra dari Letnan Jenderal Sir Nick Parker.

Dalam dua bulan terakhir ini, disaat serangan bom Taliban sedang tinggi-tingginya mengakibatkan banyak tentara asing terluka. Termasuk cedera parah, kehilangan bagian tubuh mereka, kebutaa dan kerusakan otak.

Angka tentara yang dikirim ke rumah sakit Selly Oak pun meningkat, pada awal juni lalu hanya 14 tentara yang dirawat, hingga hari Jum’at sudah mencapai 25 tentara yang dirawat.

Jerome Churc, sekjen British Limbless mengatakan jika teknik medis dan alat-alat kesehatan yang canggih saat ini dapat menyelamatkan nyawa para tentara yang terluka – seperti amputasi untuk kedua kaki dan tangan. Operasi tersebut akan berdampak fatal beberapa tahun lalu ketika teknik  medis yang ada saat ini belum ditemukan.

Churc menjelaskan, hanya sepertiga tentara yang menjalani operasi amputasi bisa selamat saat perang dunia kedua, namun sekarang para tentara yang terluka di perang Iraq dan Afghanistan bisa diselamatkan dari luka parah mereka.

Pekan lalu, lebih dari 150 tentara – Inggris, Amerika dan Afghanistan dirawat di rumah sakit utama milik Inggris di Camp Bastion, propinsi Helmand, kata juru bicara kementrian pertahanan.

Tentara yang terluka di pertempuran percaya bahwa mereka akan selamat dari luka-lukanya jika dibawa ke rumah sakit Camp bastion. Mayot Dai Bevan dari Batalion ke 1 Welsh Guards mengatakan : “penanganan pasien di Bastion sangat luar biasa, operasi yang mereka lakukan sangat berhasil bagi para korban”.

Inggris kehilangan 18 tentara nya di Afghanistan bulan ini saja, korban terakhir hingga saat ini adalah tentara yang tewas terkena ledakan hari Senin sore di propinsi Helmand.

Juli Mematikan

Dengan hanya tersisa sekita 7 hari dibulan Juli ini, 18 tentara yang tewas merepresentasikan jika bulan ini merupakan bulan paling mematikan bagi Inggris di Afghanistan. Bulan paling mematikan bagi pasukan Inggris di Afghanistan sebelumnya adalah pada September 2006, ketika 19 tentara Inggris tewas dalam waktu satu bulan.

Sudah Melebihi di Irak

Lima tentara dari Batalion Rifles ke 2 tewas dalam ledakan di Sangin propinsi Helmand saat mereka berpatroli jalan kaki tanggal 10 Juli. Kematian mereka ditambah korban dari tentara Inggris terakhir menjadi 188. Angka tersebut sudah melebihi angka tentara Inggris yang tewas di Irak. 179 tentara Inggris telah tewas di Irak dalam kurun waktu 6 tahun ini.

Pejabat Senior Inggris yang Tewas

Letnan Kolonel Rupert Thorneloe tewas bersama Joshua Hammond tanggal 1 Juli ketika kendaraan yang mereka tumpangi hancur terkena ledakan IED. Thorneloe adakah kolonel tertinggi Inggris yang tewas di medan perang setelah Letnan Kolonel H Jones VC dari Resimen Parasut ke 2, saat perang Falklands tahun 1982.

[muslimdaily.net/t-online]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s