Selamat, Lanjutkan Neoliberal

Pilpres 2009 telah berlalu. Hasil quick count beberapa lembaga survey menunjukkan kemenangan pasangan SBY-Boediono dengan perolehan suara rata-rata 60%, meskipun hasil real-count  Pilpres 2009 belum diumukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Terlepas dari proses pemilu yang memang banyak kecurangan di sana-sini, ketidaknetralan KPU, dan juga kelemahan internal dari para pesaing SBY-Boediono, yakni Mega- Prabowo dan JK-Wiranto, maka rakyat Indonesia secara sadar telah memilih SBY-Boediono sebagai presiden dan wakil presiden yang baru. Hal ini bagaimana pun harus diterima sebagai sebuah kenyataan.

Negeri tercinta ini akan dipimpin oleh suatu kelompok yang didominasi oleh kaum liberal, yang terdiri dari gabungan para ekonom liberal dan gerakan pemikiran liberal.     Lantas bagaimana nasib umat Islam lima tahun ke depan dan apa yang mesti dilakukan oleh umat?. Wartawan Suara Islam, M. Shodiq Ramadhan dan Jaka Setiawan berbincang-bincang dengan Pengamat Politik dan Militer, Y. Herman Ibrahim di rumahnya yang asri di kawasan Cilengkrang,  Bandung. Berikut petikannya:
Menurut Bapak kemenangan SBY-Boediono itu kemenangan siapa?

Harus ada penjelasan yang lebih jelas, sistematik. Mengapa kita selalu curiga terhadap kemenangan SBY?. Eksplisit terhadap SBY sendiri. Ini sudah lama kita melihat bahwa dari sisi apapun, ekonomi kita lebih pro Barat sangat Kapitalis. Itu yg disebut Neoliberal. Kita belum bicara secara politik, keamanan. Untuk satu sisi itu kita lebih pantas mengucapkan selamat datang Neoliberal. Selamat dilanjutkan paham neoliberal ini. Dulu ada secercah harapan pada pasangan JK-Wiranto, tapi dukungan masyarakat sangat mengecewakan.
Pintu neolibnya lewat siapa?

Lewat menteri-menterinya. Wapres Boediono tidak perlu di bacarakan lagi karena sejarah Boediono adalah sejarah neolib. Dia bertolak belakang dengan Mubyarto, meski satu timnya. Mubiarto ingin ekonomi yang lebih kerakyatan, dia (Boediono, red) tidak. Cuma di manipulasi seakan-akan dia bukan neolib dan seakan-akan dia juga ikut merancang ekonomi pancasila.

Isu neolib mengemuka pada pemilu 2009 ini. Sebagian besar masyarakat juga tahu  tentang Neolib ini. Tapi kenapa pilihan masyarakat justru ke pasangan neolib ini?

Saya tidak percaya masyarakat tahu tentang isu neolib ini. Masyarakat yang tahu itu anda, level-level anda. Rakyat ngga paham. Mereka tidak tahu bahwa neolib itu sebuah perkembangan yang lebih kapitalis. Bahwa neolib menghendaki sama sekali tidak ada campur tangan negara. Mereka tidak tahu. Mereka tahunya SBY lebih bagus kok, memberikan keuntungan dan nyata. Isu itu tidak efektif untuk masyarakat.

Repotnya begini. Kalau kita beramsusi bahwa isu itu bisa manjangkau elit, katakanlah kelas menengah kita. Dan kelas menengah kita menjadi sebuah institusi penyambung terhadap society. Ternyata tidak juga. Saya tidak tahu apakah kita benar punya kelas menengah. Bahkan kelas menengah kita tidak jadi rujukan. Itu yang jadi problem kita. Jangankan isu neolib, isu Islam  saja bagaimana seorang Din Syamsudin ikut datang ke Sumatera Barat dan meyakinkan tokoh-tokoh adat di sana. Bahwa JK lebih bagus. Sampai ada statemen kita akan menyaksikan bundo kanduang. Kalau masyarakat sana itu mestinya pengaruhnya luar biasa, ternyata tidak juga. Jadi ada sesuatu antara masyarakat dengan elitnya.

Kenapa pilihan masyarakat tidak ke pasangan yang lebih dekat dengan Islam. Katakanlah JK-Win yang nyata-nyata didukung oleh pimpinan ormas-ormas Islam?

Kita tidak bisa mengabaikan fakta-fakta yang tidak bisa diungkap secara jelas, secara terang benderang  bahwa umat Islam atau masyarakat pada umumnya tidak memilih JK itu ada faktor-faktor lain. Menurut saya, tentu saja yang pertama adalah masalah internal Golkar.

Ada semacam betrayal (pengkhianatan) di tubuh Golkar. Bahkan bagaimana anda mempercayakan ketua tim nasional kampanye pada seseorang yang tersandera oleh masalah korupsi?. Fahmi (Fahmi Idris, red) dan anak mantunya, Poempida Hidayatullah. Dan itu kasusnya ada di anak mantunya itu. (Poempida Hidayatullah, menantu Fahmi Idris diduga terlibat kasus korupsi di Depnakertrans, red). Dia pasti tersandera dan selalu main dua kaki.). Salah satu indikatornya dana tidak tersalur dengan baik.

Kemudian KPU (Komisi Pemilihan Umum). KPU yang agak dimanjakan oleh pemerintah. Lancarnya dana, logistik segala macam. Permohonan apapun dipenuhi misalnya, ini yang membuat KPU tidak bisa independen. Termasuk aparat, pengaduan apapun hanya sampai pada Banwaslu. Polisi tidak netral. Angkatan Darat menurut saya juga tidak netral.

Termasuk anggaran dana. SBY memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada. Isu Ambalat itu juga sengaja diciptakan dan sekarang argumennya kenapa Kopasus kosong karena mereka sedang pergi ke Kalimantan. Ngga ada operasi di sana. Operasi Ambalat itu operasi laut. Anda mau menggalang apa di hutan Kalimantan?. Ngga ada hubungan. Kalau berhadapan dengan Malaysia bukan Angkatan Darat yang diperkuat, Angkatan Laut yang harus diperkuat. Pangkalan yang harus dibuat. Jadi Ambalat ini hanya isu saja yang sengaja dimainkan.

Sekarang ini ada fenomena dimana seruan pimpinan ormas dan partai tidak lagi dikuti oleh konstituen atau anggotanya. Ibarat kereta api, gerbong jalan sendiri, tapi penumpang di belakang tidak ikut. Ada apa ini?

PKS itu punya strategi. Dia tidak pernah percaya bahwa Islam akan menang tanpa kekuasaan dalam arti kata kekuasaan itu harus diperoleh melalui melekatkan diri kepada penguasa.

Ada orang yang sepakat dengan langkah dan manufer PKS itu karena rasional-lah, anda ngga punya uang mau menang dari mana  untuk memenangkan pemilu. Anda pasti kalah. Kalau perlu strategi yang dibangun adalah melekatkan pada si calon pemenang. Itu Kalau PKS. Tapi kalau partai Islam yang lain, masalah semua. (Herman Ibrahim lantas menyebut nama-nama pimpinan Parpol Islam yang terkena masalah).

Artinya apa Pak?

Tersandera semua. Saya ingin mengulangi bahan tersandera ini termasuk untuk Golkar juga. Fahmi Idris itu tersandera. Bagaimana anda bisa terbayang kemenangan Golkar, dengan mengambil ketua tim yang ditunjuk dan orang yang dilapangan itu orang tersandera. Ngga bisa. Jadi SBY memainkan kesalahan-kesalahan mereka dan didiamkan sampai pemilu untuk merekrut elit dan itu strategi yang jitu.

Kartu truf ada di SBY?

Kartu truf ada di SBY semua. Jadi partai Islam itu elitnya dipaksa oleh elit yang punya masalah. Jadi tidak ada yang susah untuk dibahas. Ha..ha..ha…

Sama-sama incumbent, kenapa waktu Megawati pada pemilu 2004 mencalonkan diri kok tidak bisa seperti SBY saat ini yang bisa mencengkeram semua potensi?

Semua pemerintahan yang tidak dikehendaki oleh Amerika atau oleh Barat biasanya digraunded. Atau dibiarkan tanpa asistensi. Anda tau siapa sih tim suksesnya SBY?. Kan Fox Indonesia. Siapa di belakang Fox?. William Liddle segala macam. Ohio (Ohio University, red), dulu Berkeley. Jadi bukan Rizal, Andi, biasa-biasa ajalah, tapi dibelakangnya.

Kemudian jaringan konglomerasi. Megawati kan tidak dapat dukungan seperti itu. Yang saya dengar dari teman saya seorang jenderal bintang dua, ada seorang taipan mengatakan bahwa berapapun dana harus kita keluarkan untuk penyelamatan SBY. Jangan sampai SBY kalah. Dukungan luar negeri, anda tahu Khoizumi (mantan PM Jepang) sebelum dia diganti mengatakan kita tidak akan biarkan SBY kalah. Itu Khoizomi sebelum perdana menteri yang sekarang. Jadi Jepang, Cina, Amerika semua kompak mendukung SBY.

Jadi betul kalau dibilang uangnya SBY tak berseri?

Ha..ha…ha…iyalah. tapi kekayaannya kan cuma 7 Milyar.

Ada suara yang mengatakan kesuksesan SBY karena tim suksesnya. Bagi partai yang ikut koalisi SBY ini maknanya apa?

Saya kira maknanya agar tahu ajalah anda jangan nuntut macam-macam. Karena bukan anda yang berjasa. Anda jangan ributlah. Anda selamat saja sudah untung ikut perahu saya. Ha..ha..ha…

Dengan kemenangan SBY-Boediono, kira-kira secara ekonomi lima tahun ke depan Indonesia ini jadi seperti apa?

Saya kira Budiono juga harus menunjukkan juga dong bahwa dia bukan neolib seperti yang diisukan. Untuk menjaga citra di kalangan kelas menengah. Untuk program-program yang kecil-kecil dia harus menunjukkan kalau dia pro rakyat. Barat tidak akan melepas industri hulu.  Mereka akan membagi-bagi di antara mereka sendiiri. Mungkin Cina boleh ikut, tapi sedikit.

Bangsa kita adalah bangsa yang pendek ingatan. Mudah lupa terhadap kedzaliman yang dilakukan oleh penguasa dan ketika pemilu ternyata dipilih kembali. Kenapa?

Oleh karena itu idealisme tidak bisa tumbuh baik di Indonesia. Karena ada revolusi pikiran kita juga. Mungkin revolusi pemikiran itu adalah pikiran kita tidak bisa mempengaruhi hati kita untuk iba pada rakyat. Tiba-tiba pikiran kita mempersepsikan bahwa rakyat ini sengsara karena kebodohan mereka sendiri. Karena pilihan-pilihan mereka sendiri. Ya salah merekalah. Saya khawatir seperti itu juga di kalangan mereka yang kalah-kalah ini, akhirnya mereka ya sudahlah kita gabung aja dengan penguasa. Rakyat itu kita tinggalkan rame-rame aja…

Kalau kita bicara siapa yang salah, berarti semua yang milih itu salah ?

Iya makanya seperti itu. Bagi mereka yang sudah lelah memperjuangkan rakyat sejak mahasiswa misalnya, sampai sekarang bisa dalam posisi struktural. Lihat saja bagaimana SBY bisa merangkul semua anak-anak muda ditempatkan pada posisi yang mereka tidak bisa berbunyi semua.

Termasuk yang namanya Deni Indrayana. Oleh karena itu, menurut saya disinilah letaknya ideologi. Kenapa Ideologi itu begitu penting menurut Islam?. Dan ini sudah  dilontarkan lagi oleh Saiful Mujani bahwa politik aliran sudah mati. Padahal yang hidupa aliran politik uang. Bukan politik aliran tapi aliran politik jadi harus pakai  uang. Itu dihidup-hidupkan oleh LSI sendiri yang membangun politik uang.

Jadi saya pikir ada problem bukan hanya politik tapi juga sosiologi, pendidikan. Coba strategi pendidikan itu seperti politik etis aja. Rakyat dibikin bodoh aja. Menurut saya ini dahsyat. Strategi Barat yang masuk ke dalam semua sektor, termasuk pendidikan.

Lantas bagaimana nasib umat Islam ke depan?

Kalau lihat realitas seperti ini menurut saya Islam akan tinggal nama aja, tinggal label aja. Itu menggunakan lagu anak-anak kan?. Bahwa  anda jangan pilih partai Islam lagi. Karena selalu yang meletus itu balon hijau, ngga pernah balon merah, ngga pernah kuning, ngga pernah balon biru. Ha..ha..ha…!!. Artinya umat Islam ya seperti itulah. Semakin terjadi degradasi. Liberalisasi terus berjalan, ekonomi undercontrol kepentingan Barat, umat Islam hanya ada di masjid-masjid.

Ada kemungkinan kita kembali pada jaman Belanda?

Seperti Snouck Hurgronje. Dan itu sudah Lebih eksesif dari Snouck Hurgronje. Karena snouck kan sendiri, sekarang lebih banyak lagi. Termasuk di kampus-kampus anda itu. Saya kira itulah fakta. Mungkin kita juga jangan terlalu banyak baca buku lah. Karena menderita juga, marah aja isinya. He..he…he…

Terus Apa yang harus kita lakukan?

Yang harus kita lakukan tetap aja. Sunatullah ajalah, ideologisasi Islam. Kemudian berpegang teguh pada jamaah. Dan itu ayat semua yang memerintahkan kita. Disamping itu harus ada dakwah dan jangan mengabaikan jihad. Karena itu wajib. Kita harus melakukan sebuah counter culture juga dibidang pendidikan. Ngga usah lelah kita sampai mati keliling-keliling untuk dakwah. Saya kira itu yang bisa dilakukan. Mungkin kita tak bisa berharap pada partai politik, mungkin ya di gerakan-gerakan (harakah dakwah). Mungkin sedikit di bawah tanah. Karena kalau muncul akan disikat.

2 responses to “Selamat, Lanjutkan Neoliberal

  1. Suksesnya Neolib tergantung rakyat atau pmerintah?

    • pemerintah sangat berpihak pada para pemilik modal. Negara sangat berperan dalam menjaga kondisi sistem ekonomi Indonesia yang mulai mengarah ke neoliberalisme yang sangat menyamankan para pemilik modal.
      Beberapa contoh penerapan sistem ekonomi neoliberalisme yang didukung oleh pemerintah, yang sekaligus juga merupakan bukti negara sangat berperan dalam menjaga kondisi sistem ekonomi indonesia yang mengarah ke sistem ekonomi neolibralisme :
      * Privatisasi atau penjualan BUMN kepada pihak perusahaan swasta. Mayoritas BUMN ini sebenarnya cukup menguntungkan secara ekonomi bagi pemerintah, tetapi karena ada desakan dari perjanjian antara Indonesia dan IMF maka Indonesia harus melaksankan privatisasi pada BUMN-BUMN nya.
      * Pencabutan subsidi terhadap pelayanan publik dilakukan secara pasti oleh pemerintah yang berkuasa pasca reformasi. Pencabutan subsidi ini dilakukan agar perusahaan-perusahaan transnasional atau multinasional dapat bersaing dengan perusahaan negara. Contoh yang paling terlihat dampaknya adalah masuknya Perusahaan Shell dari Belanda dan Petronas dari Malaysia dalam bisnis penjualan bahan bakar untuk kendaraan. Bila subsidi untuk BBM tidak dicabut, maka harga-harga BBM akan tetap murah dan tentu saja perusahaan asing tersebut tidak dapat bersaing dengan harga yangditerapkan oleh pemerintah dengan adanya subsidi. Maka agar perusahaan asing tersebut dapat melakukan penjualaan di Indonesia, pemerintah harus menyetarakan terlebih dahulu harga BBM yang berlaku di Indonesia dengan mencabut subsidi dengan harga penjualan perusahaan asing tersebut.
      * Liberalisasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah, misalnya dalam pertanian. Negara memilih kebijakan impor beras dari negara asing dengan dalih persediaan beras nasional tidak mencukupi, tetapi sebenarnya impor beras ini dilakukan agar beras-beras yang diproduksi oleh negara-negara lain dapat masuk ke Indonesia dan bersaing dengan beras nasional yang diproduksi oleh petani. Hal ini jelas mematikan usaha para petani karena mereka akan kesulitan untuk menjual hasil produksinya dikarenakan harga pasaran beras akan sangat murah. Dampak dari murahnya harga beras produksi petani nasional maka akan menambah angka kemiskinan di Indonesia.
      * Penguasaan sumber daya alam Indonesia oleh perusahaan asing yang diterapkan oleh pemerintah melalui kebijakannya tentunya akan berdampak pada keuntungan yang semakin sedikit yang diperoleh oleh Indonesia untuk mensejahterakan rakyatnya. Pemerintah lebih memilih untuk melindungi para investor asing agar nyaman mengeruk hasil bumi Indonesia, dan yang jelas hal tersebut tidak ada manfaatnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Hampir tiap bulan ada pembukaan tambang batu bara baru untuk wilayah Kalimantan dan semuanya itu untuk kesejahteraan kaum modal semata.
      * Utang Luar Negeri yang selama ini diterapkan oleh pemerintah ternyata telah menjadi alat untuk melemahkan dan membuat ketergantungan Indonesia kepada lembaga donor atau negara asing. Pembayaran utang tersebut tentu saja dibebankan kepada rakyat Indonesia dengan mewajibkan pembayaran pajak bagi rakyat Indonesia.
      * Regulasi investasi yang diterapkan oleh pemerintah sebenarnya untuk membuat investor nyaman berinvestasi seperti intensif pajak, membangun iklim investasi yang kondusif yang berarti keamanan yang terjamin, serikat buruh yang “ramah” serta sistem tenaga kerja yang fleksibel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s