Apa Kabar cinta …???

Apa kabar cinta? Kalau kita ngomongin cinta manusia kepada sesamanya kayaknya menarik ya..ada aja yang bisa dibahas..sungguh mengherankan..mengapa di saat kita membicarakan cinta kita kepada Allah seringkali kita terdiam..bingung..bingung mungkin karena kita belum bener-bener menghayati hakikat cinta itu sendiri..namun kita seringkali dikaburkan dengan perasaan-perasaan spesial yang dikhususkan kepada manusia..bukan secara keseluruhan namun ke manusia tertentu..complicated jadinya..seharusnya tidak ya? Karena semua sudah ada tuntunannya, bagaimana cara mencintai.. Bahkan aku sendiripun masih belajar dan terus belajar menjaga hati agar cinta kepada sesama manusia ini tidak tumbuh kearah yang tidak diridhoi Allah..sulit di awalnya..tapi mesti harus terus belajar berusaha…banyak ujian yang mesti dihadapi..benteng hati mesti diperkuat..karena kalau bentengnya rubuh..bisa gagal pertahanan..pertahanan untuk mempertahankan tuntunan-Nya.. apa iya Allah membiarkan kita yang berusaha meraih ilmu-Nya, membiarkan kita terus berkutat dalam ketidaktauan dan kebodohan?..engga kan? ingat, Allah Maha Mencintai..Allah cinta sekali kepada hamba-hamba-Nya..dan Allah akan membalas cinta hamba-Nya yang tulus mencintai-Nya..setiap ujian yang dijalani hendaknya dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan hati..

Anggap saja semakin sering kita mendapat ujian…berarti kita semakin sering diberi kesempatan untuk cepet naik tingkatnya..level keimanan..berusaha ikhlas dan sabar menjalani ujian dan berharap semoga bisa lulus ujian dengan predikat cumlaude..yang seperti apa predikat cumlaude? Mendapatkan cinta Allah..Puncaknya adalah di akhirat nanti..dicintai Allah..suatu hal yang logis jika kita dicintai Allah maka akan diijinkan bertemu Allah, bertemu Rasulullah, mencium bau surga, dan diijinkan tinggal di surga-Nya..kekal di dalam-Nya..amiiiiin..

Mungkin di beberapa episode sebelumnya pernah disinggung cinta sesama manusia, kenapa sekarang dibahas lagi? Yah..semakin sering dibahas semakin kita ingat dan tidak terjerumus pada cinta yang salah..insyaAllah..siap ya? Bismillah..

Balik lagi pada apa yang dicontohkan Rasulullah..tuntunan kita.. Rasulullah mencintai semua manusia. Beliau menganjurkan manusia untuk bisa saling mencintai. Cinta adalah pangkal dari keimanan. Cinta mampu mendekatkan seseorang kepada Allah dan juga kepada rasul-Nya..

Rasulullah mengungkapkan kepada para sahabatnya,

“orang yang paling aku cintai di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaqnya, suka berkomunikasi dengan sesama, dan saling menyayangi. Sedangkan orang yang paling aku benci di antara kalian adalah mereka yang suka menggunjing dan memisahkan orang-orang yang saling mencintai serta membuka aib orang lain” (al-Hadist)

Dalam hadist lain, Rasulullah mengungkapkan,

“Sesungguhnya pada hari kiamat kelak, Allah akan berkata, “Wahai anak Adam, aku sakit, lalu kenapa kau tidak mengunjungi-Ku. Lalu dijawab, ‘Wahai Tuhan, bagaimana aku bisa mengunjungi-Mu, sedangkan Kau adalah Tuhan semesta alam?’ Lalu dikatakan, ‘Bukankah kau mengetahui bahwa hamba-Ku sedang sakit, lalu mengapa kau tidak mengunjunginya? Apakah kau tidak mengetahui bahwa dengan mengunjunginya, maka kau akan menemukan-Ku’

Lalu dikatakan, ‘ Wahai anak Adam, Aku telah memberikanmu makan, namun mengapa kau tidak memberikan-Ku makan?’ Lalu dijawab, ‘Wahai Tuhan, bagaimana aku bisa memberi-Mu makan, sedangkan Kau adalah Tuhan semesta alam!’ Lalu dikatakan, ‘Bukankah kau mengetahui bahwa hamba-Ku meminta makanan kepadamu, namun kau tidak memberinya makan. Apakah kau tidak mengetahui bahwa dengan memberikannya makan maka kau akan menemukan-Ku?’

Lalu dikatakan, ‘Wahai anak Adam, Aku telah memberikanmu minum, namun mengapa kau tidak memberikan-Ku minum?’ Lalu dijawab, “Wahai Tuhan bagaimana aku bisa memberi-Mu minum, sedangkan kau adalah Tuhan semesta alam!’ Lalu dikatakan, ‘Bukankah kau mengetahui bahwa hamba-Ku meminta minuman kepadamu, namun kau tidak memberinya minum. Apakah kau tidak mengetahui bahwa dengan memberinya minum maka kau akan menemukan-Ku?’” (al-hadist)

Barra’ bin Azib mengungkapkan, “Rasulullah memerintahkan tujuh hal kepada kami : menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah ke kuburnya, mendoakan orang yang bersin, memenuhi janji, menolong orang yang terzalimi, memenuhi undangan, dan menyebarkan salam”.

HeartSemua hal yang diperintahkan Rasulullah sebagaimana di atas adalah indikasi adanya cinta. Menjenguk orang sakit adalah bukti adanya cinta. Orang yang menjenguk berarti menunjukkan empatinya dan itu menjadi terapi spiritual dan emosional bagi pasien. Ia akan merasa bahwa dirinya tidak sendiri. Pasien yang kesepian akan rentan atas berbagai kehancuran dalam dirinya hingga virus pun dengan mudah menyerang semua sistem tubuhnya. Walaupun ia berusaha sekuat tenaga mempertahankan kondisi tubuh sebelah kanannya, semua virus seolah menyerangnya dari sebelah kiri, dari depan, dari belakang, dari atas kepala, dari bawah kaki hingga akhirnya ia menjadi putus asa. Kesedihan pun menghiasi dirinya dan hilanglah harapan hidupnya. Tanpa disadarinya, ia membantu musuhnya menghancurkan dirinya. Harapan yang tersisa adalah ketenangan dalam kematian dan lari dari manusia yang telah melupakannya.

Bayangkanlah bila kita mengunjungi dan menjenguk orang sakit, kita seolah mengunjungi Allah.. ketika kita memberi makan orang kelaparan seolah kita memberi makanan kepada Allah, serta ketika kita memberi minum kepada orang yang kehausan seolah kita memberi minum kepada Allah.

Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat menemui Rasulullah dengan muka seolah mereka sedang bermasalah, walau pada kenyataannya pergaulan mereka dengan sesama sangat baik dan mereka selalu ingin berbuat baik kepada sesama, namun kantong mereka kosong. Mereka lalu bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, bagaimana kami bisa bersedekah?”

Rasulullah menenangkan kegundahan mereka dengan mengatakan, “Sesungguhnya pintu kebaikan sangatlah beragam. Bisa dengan tasbih dan tahmid, takbir dan tahlil, menyeru kepada kebajikan, melarang perbuatan mungkar”. Beliau melanjutkan perkataannya, “Membuang hal yang membahayakan dari jalan, menjadi pendengar setia orang yang membutuhkan, memberi petunjuk orang yang sesat, memberikan solusi bagi mereka yang membutuhkan, dan berusaha seoptimal mungkin membantu yang lemah. Sesungguhnya semua ini adalah sedekah dari diri kalian sendiri” (al-hadist).

Mari kita renungkan. Senyum kita untuk saudara kita adalah sedekah. Sekedar senyuman yang menghiasai wajah kita dikala kita menemui saudara kita. Sekedar menemui saudara kita bukan dengan wajah yang masam. Sekedar menemui saudara kita dengan wajah ceria dan hanya itu tanpa harus mengeluarkan uang sedikitpun ataupun materi lainnya. Maka, Allah menuliskannya sebagai kebajikan dan sedekah kita yang membuat kita berhak mendapatkan sebaik-baiknya ganjaran-Nya. Senyum yang tulus hanya bisa tercipta melalui hati yang penuh cinta. Hati yang penuh kebencian dan kedengkian tidak akan pernah membuat seseorang tersenyum, minimal senyum yang tulus. Bila hatinya memaksanya untuk tersenyum, maka yang tampak adalah senyuman palsu dan lambat laun akan terungkapkan maksud di balik senyuman palsu itu. Sebaliknya. Senyuman yang tulus akan mampu membuka hati yang kosong dan akan memberikan penyegaran baginya. Dengan cepat, ia akan mengetuk hati orang yang melihatnya dan masuk ke dalamnya hingga akhirnya ia akan membalas senyuman yang sama, lalu membalas kasih sayang dan cinta yang diberikan.

Rasulullah saw. bersabda,

“tiga hal yang membuatmu akan mendapatkan cinta saudaramu : memberikannya salam di kala kau menemuinya, memberikannya tempat duduk kepadanya dalam satu pertemuan, dan memanggilnya dengan nama yang disukainya” (al-hadist).

Tahukah kita, bahwa cinta sejati tidak pernah salah, karena ia akan mengirimkan busurnya pada pintu hati yang dicinta. Itulah yang terjadi pada setiap individu manusia. Kita akan bisa membedakan mana cinta sejati dan mana cinta palsu. Setiap dari kita memiliki insting tentang siapa yang kita cintai dan siapa yang kita benci, walau terkadang kita menutupinya dengan ucapan-ucapan palsu. Cinta sejati akan melahirkan kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Cinta sejati adalah sebaik-baik pemberian yang dianugerahkan Allah yang Maha Penyayang kepada anak manusia. Cinta sejati akan menghidupkan hati yang mati, dan mengaktifkan perasaan dan emosi serta menghangatkan diri. Dengan cinta sejatilah kita bisa mengecap indahnya kehidupan dan nikmatnya kebahagiaan. Dengan cinta sejatilah kita bisa menikmati indahnya Firdaus-Nya di dunia dan akhirat.

Lihatlah bagaimana cinta karena Allah tercipta!

Rasulullah berkata kepada para sahabatnya, “jika seseorang dari kalian mencintai saudaranya, maka katakan kepadanya bahwa kau mencintainya” (al-hadist)

Dalam hadist lain, beliaupun bersabda, “Bila kalian sedang bertiga, hendaknya dua di antara kalian tidak bercakap-cakap sendiri dengan membiarkan seorang lainnya, karena hal tersebut akan membuatnya sedih” (al-hadist)

Bukan hanya ucapan yang mesti dijaga, bahkan sekedar tatapan mata pun mampu menghangatkan cinta dan mengikis kebekuan dalam hati.

Rasulullah saw. bersabda, “tidak dihalalkan bagi seseorang yang beriman untuk melirik saudaranya dengan pandangan yang menyakitkan” (al-hadist).

Wajah merupakan cerminan diri dan mata adalah cerminan hati. Bila hati penuh cinta, maka bahasa mata akan menampakkan bahasa cinta, kekaguman, kecenderungan, ketenangan, kegembiraan, dan kebahagiaan. Bila hati penuh dengan kebencian, maka bahasa mata hanya akan menampakkan kedengkian, kehinaan, keraguan, dan tipu daya, walaupun lidah maupun wajah selalu berusaha menutupinya.

Atas dasar inilah Rasulullah mengarahkan pandangan mata kita agar selalu menampakkan pandangan yang manis, penuh cinta, dan penuh kasih sayang. Bukan pandangan yang kasar, kebencian, dan kejahatan.

Apa kabar cinta? Mencintai sesama manusia adalah menjadi teman yang baik. Sudahkah kita menjadi teman yang baik buat orang lain? Karena sesungguhnya, sebaik-baik teman di sisi Allah adalah yang paling baik kepada temannya, dan sebaik-baiknya tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya..berlakulah adil kepada sesama..berusaha dan terus berusaha..

bisa???

insyaAllah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s