Islam, Aqidah & Syariah

jacketkuTerinspirasi oleh aktivis pergerakan yang selalu membordir bajunya dengan tulisan-tulisan yang membangkitkan ghirah perjuangan akhirnya ana putuskan untuk membordir juga jaket kesayanganku hehehe…

Bingung milih kata dan takut kurang ideologis akhirnya ana pilih tulisan “Islam, aqidah & syariah”. Tentu saja tidak lepas dari alamat website tempat dimana ana melabuhkan kapal untuk terjun ke dalam jamaah dakwah ini.

Kenapa yang di pilih kata-kata itu, jawaban yang gak ideologis adalah karena setahu ana di samarinda atau tepatnya di Kalimantan timur belum ada yang bordir dengan tulisan tesebut he….. gak ideologis banget memang he…🙂

Namun sebenarnya maksud ana memasang tulisan itu tidak lain adalah ingin menunjukan kepada dunia (halah…kebesaran targetnya,..tapi bukankah khilafah merupakan proyek global🙂 yakni sebuah ide untuk menyatukan seluruh kaum muslimin di bawah satu kepemimpinan seorang khalifah) bahwa perjuangan hizbut tahrir adalah untuk kejayaan islam dengan menerapkan syariat islam beserta aqidah yang lurus di bawah naungan daulah al khilafah… lho kan tulisan khilafahnya gak ada yok po c… ???

Ana ingin menggambarkan bahwa islam itu terdiri dari 2 hal yakni aqidah dan syariah, ada juga ulama yang berpendapat bahwa islam itu terdiri dari 3 hal yakni aqidah, syariah, dan akhlaq, bahkan sempat berdebat dengan beliau tentang akhlaq dalam pandangan islam. Mungkin tidak pada tempatnya ana menceritakan ihwal perdebatan tersebut karena topiknya bukan memperbincangkan sebuah perdebatan he…silahkan baca di sini untuk melihat pembahasan hukum seputar akhlaq.

Istilah aqidah dan syariat tidak pernah digunakan di dalam alquran maupun as sunnah. Istilah aqidah baru dikenalkan oleh para ulama ushuluddin. Didalam alquran kata yang dipakai adalah al iman dan ‘amal shalih lihat surat al kahfi (18) ayat 107-108, surat an nahl (16) ayat 97, surat al ashr (103) ayat 3, surat al ahqaf (46) ayat 13.

Islam terdiri dari aqidah dan syariah, keduanya tidak dapat dipisahkan. Memisahkan syariat dari aqidah akan menghilangkan jati diri ajaran islam. Menempatkan islam hanya pada sebatas akhlaq dan moral yang baik sama artinya dengan mengebiri ajaran islam secara kaffah. Islam tidak boleh dipisahkan dari inti ajarannya, tidak boleh islam hanya diartikan sebatas keyakinan semata tanpa memasukan unsure syariat ke dalamnya begitu juga sebaliknya.

Mahmud Syalthut menyatakan : “Di dalam islam, akidah adalah landasan pokok (al-ashl) yang membangun syariat. Syariat refleksi aqidah. Oleh karena itu, tidak ada syariat tanpa keberadaan akidah. Tidak ada penerapan syariat Islam kecuali di bawah naungan akidah Islamiyyah. Sebab, syariat tanpa dilandasi akidah seperti bangunan tanpa dasar.”

Siapapun yang berakidah Islam tetapi tidak menjalankan syariatNya atau siapapun yang menegakan syariat tanpa dilandasi akidahnya, maka disisi Allah, ia bukanlah seorang muslim, ia juga tidak akan pernah mendapatkan jalan keselamatan.
Intinya, penerapan syariat Islam tanpa dilandasi akidah Islam hanya akan berujung pada kesia-sian dan kehancuran. Demikian juga sebaliknya, akidah Islam tanpa penerapan Islam tak ubahnya seperti khayalan kosong yang tidak pernah terwujud dalam kenyataan.

Wallahu’alam.

One response to “Islam, Aqidah & Syariah

  1. anabel rosetti

    masukin darimana sumber tulisan itu diambil dunks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s