Hukum-hukum seputar Akhlaq

bersyukur-kepada-allahAkhlaq adalah sifat yang harus dimiliki oleh setiap muslim ketika sedang melakukan aktivitas. Sifat tersebut berkaitan dengan aktivitas yang berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan ataupun ditinggalkan oleh seseorang. Sifat tersebut ada yang hasan (terpuji) dan qabih (tercela) atau khayr (baik) dan syarr (buruk). Dalam hal ini, Islam telah mengatur sifat perbuatan tersebut dalam konteks hubungan manusia dengan dirinya. Artinya, bagaimana seseorang memperhatikan kesempurnaan perbuatannya dengan menjadikan sifat tertentu sebagai sifat perbuatannya.

Semua ini telah di atur oleh Islam dalam bentuk hukum syara’ yang spesifik, dan tidak diserahkan kepada manusia itu sendiri untk bentuk menentukannya. Sebab, jika hal itu menguntungkan,ia anggap baik, sebaliknya jika merugikan ia diangap buruk. Di sisi lain, ia akan menggunakan standart benda sebagai standart terpuji dan tercela, seperti manis digambarkan dengan baik, sedangkan pahit digambarkan dengan buruk. Meskipun masalah tersebut telah ditetapkan oleh syara’, tetapi syariat islam tidak banyak membahas hukum tersbut secara mendetail. Karena itu, tidak ada pembahasan akhlaq secara spesifik dalam buku-buku fiqih. Namun untuk memudahkan, berikut ini merupakan uraian singkat mengenai akhlaq dalam Islam.

Dilihat dari aspek ciri khasnya, ada beberapa ciri khas yang ditetapkan oleh Allah SWT. Dalam masalah akhlaq ini antara lain :

1. Akhlaq tidak bisa dipisahkan dari hukum syara’.termasuk semua ketentuan hukum syara’ yang lain. Seperti khusyu’ adalah sifat perbuatan orang yang sedang mengerjakan sholat, yang tidak ada pada pada orang diluar sholat. Jujur, amanah, dan menunaikan janji adalah sifat perbuatan yanmg melakukan mu’amalah atau berhubungna dengan orang lain.
2. Akhlaq juga tidak didasarkan kepada illat, sehingga tidak ada satupun illat dalam masalah akhlaq. Jujur, amanah, dan menunaiakan janji diperintahkan semata-mata karena hkumnya wajib menurut syara’, yang berkewajiban telah ditentukan oleh nas, bukan disebabkan adanya illat tertentu. Maka, kejujuran, amanah, menunaiakan janji tersebut tidak bisa dilaksanakan oleh seorang muslimkarena keuntungan material, atau mengharapkan pujian orang, dan sebagainya.
3. Akhlaq juga tidak tunduk kepada manfaat tertentu. Sebab, orang-orang yang melakukan hukum akhlaq kadang-kadang mendapatkan kerugian, bukan keuntungan.contoh, sifat berani dan menantang ketika mengingtkan penguasa yang zalim adalah sifat pengemban dakwah yang mulia. Sesuatu yang bisa mengakibatkan orang tersebut menemui ajalnya. Sebagaimana sabda Rasulullag SAW, : “penghulu syurga adalah hamzah bin ‘Abd al-Muthalib, serta yang berdiri di depan penguasa yang zalim, lalu memerintahkan (kemakrufan) dan mencegah (kemungkaran) atsnya, kemudian diapun membunuhnya.” (HR Hakim dari Jabir).
4. Akhlaq sama seperti aqidah. Akhlaq merupakan tuntunan fitrah manusia. Memuliakan tamu dan membantu orang yang memerlukan adalah sangat selaras dengan tuntunan fitrah manusia, yaitu gharizah al baqa’. Khusyu’ dan tawadhu’ juga selaras dengan tuntunan fitrah manusia, yaitu ghariah at yadayyun. Kasih sayang dan ketaatan juga sesuai dengan tuntunan fitrah manusia yakni gharizah an nau’.

Dari aspek pengaruh : jika sifat perbuatan (akhlaq) tersebut dimiliki oleh seorang muslim ketika melakukan aktivitas, maka akan memepunyai pengaruh yang signifikan, antara lain :

1. Melaksanakan akhlaq dengan taklif syar’i yang akan menjadikan seorang muslim mempunyai kepribadian yang unik ketika berinteraksi dengankhalayak ramai. Mereka pun prcaya dengan kata-kata dan pebuataannya.
2. Akhlaq akan bisa menunmbuhkan kasih sayang dan sikap hormat khususnya antara sesama anggota keluarga, dan umumnya dengan anggota masyarakat.
3. Orang yang mempunyai sifat perbuatan (akhlaq) yang terpuji akan mendapatkan pahala di sis Allah SWT di akherat. Bahkan orang yang mempunyai akhalq yang mulia di dunia akan dekat dengan Rasulullah SAW di akherat kelak. Sabda beliau “Sesungguhnya orang yang lebih aku cintai di antara kalian, dan lebih dekat kepadaku tempatnya pada hari kiamat, adalah siapa saja di antara kalian yang paling baik akhlaqnya.” (HR. Bukhari).

Wallahu’alam bis shawab.

One response to “Hukum-hukum seputar Akhlaq

  1. anabel rosetti

    masukin darimana sumber tulisan itu diambil dunks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s