Otoritas Hamas di Gaza Mengikuti Langkah Sekular Fatah, Menculik Sejumlah Syabab Hizbut Tahrir

Monday, 29 June 2009 18:33
Syabab.Com- Aparat Keamanan pada Otoritas Gaza melakukan penangkapan terhadap puluhan syabab atau anggota Hizbut Tahrir di Gaza. Pihak aparat juga melakukan penyiksaan dengan pukulan dan tindakan tidak manusiawi terhadap para syabab Hizbut Tahrir yang lainnya. Sekitar 39 orang syabab Hizbut Tahrir ditangkapi oleh pihak Hamas. Semua itu dilakukan menyusul disebarkannya bayan atau keterangan yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir berjudul “Otoritas Hamas mengikuti jalan yang ditempuh Otoritas Fatah sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta!!”.
Begitu pula Otoritas Hamas mengikuti cara-cara yang sama dengan cara-cara yang dilakukan Otoritas Fatah dalam melakukan penangkapan terhadap para syabab Hizbut Tahrir. Sebagaimana Hamas juga menengikuti langkah politik Fatah, seperti yang dibicarakan oleh nasyrah atau selebaran tersebut, dimana banyak syabab Hizbut Tahrir yang ditangkap setelah menyebarkannya.
Seorang Muslim tidak akan merasa aneh ketika melihat sebuah otoritas yang menyerukan sekulerisme melakukan penangkapan terhadap seorang yang mengatakan Allah Tuhanku, serta menjalankan amar makruf nahi mungkar. Pihak Otoritas Sekular Palestina di Tepi Barat yang dikuasai Fatah kerap kali melakukan penangkapan terhadap para aktivis Hizbut Tahrir [baca:Pasukan Keamanan Sekular Palestina Berusaha Halangi Pencerahan Hizbut Tahrir]. Sementara otoritas di Gaza ini, yakni Hamas, aktivitasnya adalah menyerukan simbul-simbul Islam. Inilah yang menimbulkan banyak pertanyaan dan banyak lagi pertanyaan.
Anggota Kantor Berita Hizbut Tahrir, Ahmad al-Khatib mengatakan bahwa otoritas Hamas telah menangkap puluhan para pemuda Hizbut Tahrir dari rumah dan jalan-jalan menyusul penyebarluasan leaflet baru yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir. Al-Khatib juga mencela tindakan yang menghinakan dari beberapa pihak keamanan yang telah memukul para pengemban dakwah itu, seperti yang dialami oleh Souhaib Hajjar. Ia mengatakan perilaku kejam itu benar-benar bertentangan dengan etika Islam. Ia menegaskan bahwa pukulan dan deraan yang menimpa para syabab tidak akan melunturkan perjuangannya untuk terus berjuang menegakkan aturan Allah Swt.
Otoritas Hamas di Gaza sore ini (28/6) mulai membebaskan para syabab Hizbut Tahrir yang mereka tangkap menyusul penyebaran nasyrah berjudul “Otoritas Hamas mengikuti jalan yang ditempuh Otoritas Fatah sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta!!”.
Ungkap Solusi Palsu Atas Palestina
Dalam nasyrah atau selebaran resminya, Hizbut Tahrir itu mengkritik keras sikap Hamas yang selangkah denmi selangkah mengikuti jalan yang ditempuh otoritas sekular Fatah.
“Namun Hamas hari ini, di dalam pidato pemimpinnya Khaled Meshal di Damaskus pada tanggal 25 Juni 2009, ia mengatakan dengan mulutnya sendiri bahwa Hamas menginginkan negara pada batas tahun 1967 dan bahwa Hamas mengulurkan tangannya untuk berunding dengan Amerika demi tujuan itu!”, jelas Hizbut Tahrir dalam pernyataannya yang dikeluarkan pada 4 Rajab 1430H bertepatan dengan 26 Juni 2009.
Menurut Hizbut Tahrir, pengakuan Hamas terhadap solusi dua negara merupakan bahaya. Partai politik global yang berdiri di Baitul Maqdis ini menyatakan bahwa pada tingkat tertentu kaum Muslim telah dibuat menderita oleh pengakuan Fatah atas rencana dua negara di Palestina, satu negara untuk institusi Yahudi di sebagian besar wilayah Palestina dan satu negara lainnya untuk Palestina di secuil wilayah Palestina, itupun dengan sejumlah syarat dan batasan.
“Namun, kita lebih menderita lagi karena Hamas terjerumus ke dalam fakta seperti ini. Hal itu karena Fatah telah menyetujui adanya dua negara di Palestina dengan dasar pandangan nasionalisme pragmatis, bukan atas nama Islam. Fatah tidak pernah satu hari pun menyerukan diri sebagai gerakan Islam. Sedangkan Hamas, di mata masyarakat umum merupakan gerakan Islam. Bahaya yang tersimpan dalam masalah ini adalah masyarakat umum akan menduga bahwa Islam membolehkan pengakuan terhadap institusi Yahudi atas tanah yang dirampasnya di Palestina pada tahun 1948, jika institusi Yahudi itu menarik diri dari tanah yang dirampasnya pada tahun 1967.”
Hizbut Tahrir juga menegaskan bahwa Palestina tidak akan bisa diselesaikan dengan tangan yang terulur kepada Amerika melalui perundingan seputar solusi dua negara. Tidak pula dengan perundingan dengan institusi Yahudi hingga meski institusi Yahudi itu benar-benar menarik diri dari batas tanah yang dicaploknya pada tahun 1967. Sesungguhnya setiap jengkal tanah yang dirampas oleh Yahudi pada tahun 1948, dan setiap jengkal tanah yang dicaplok pada tahun 1967, semuanya dalam pandangan Islam adalah sama saja.
“Tanah yang diberkahi sekelingingnya itu telah dibangun dengan darah para syuhada tentara Islam sepanjang sejarah Khilafah Islamiyah, hingga tidak tersisa satu jengkal pun dari tanah Palestina yang tidak tersiram darah syahid atau diselimuti debu-debu kuda para mujahid,” tegas pernyataan itu. [m/htipress/al-aqsa/syabab.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s