Dakwah Pragmatis dan Dakwah idologis

Dakwah pragmatis-praktis adalah dakwah yang menyadari kerusakan fakta yang ada dalam kehidupan umat, menyadari pula kewajiban untuk merubahnya, tetapi dakwahnya langsung berpindah kepada langkah aksi tanpa terlebih dahulu memikirkan hakikat permasalahan yang tengah menimpa masyarakat. langkah aksi itu dilakukan tanpa memikirkan konsep yang akan dijadikan asas dalam membangkitkan. Akhirnya gerakan itu akan melakukan aksi-aksitanpa perencanaan dan berputar-putar disitu-situ saja tanpa dikaji lebih dahulu bahkan seringkali tanpa sasaran sama sekali.
Seharusnya sebagai sebuah gerakan dakwah ketika mengarah pada usaha-usaha untuk menuju pada yang namanya perubahan mau tidak mau harus melihat dengan jeli fakta dari sebuah perubahan. Penginderaan yang tepat pada sebuah permasalahan yang menjadi muara dari kejadian yanag ada aklan menyebabkan arah gerak dakwah pada sebuah jamaah menjadi terarah dan focus. Ini yang menjadi penyebab di antara sebab-sebab lain akan tidak maksimalnya arti dari sebuah perubahan yang diinginkan oleh sebuah gerakan dakwah.
Lain lagi dengan gerakan dakwah idelogis, yaitu dakwah yang menyadari kerusakan realitas yang ada dan keterbelakangan masyarakat. Ia akan melihat realitas permasalahan yang ada serta melakukan kajian secara mendalam tentang solusi yang bersifat fundamental / menyeluruh (taghyir). Solusi itu mewakili dari sekumpulan pemahaman dan peraturan yang mendasari perubahan masyarakat dapat berlangsung sempurna.
Na, yang tidak boleh dilupakan adalah secara otomatis benturan akan terjadi pemikiran yang lama (system yang sudah ada) demean pemikiran yang di bawa oleh dakwah yang ideologis. Terjadi pula pertarungan antara system politik yang tengan memerintah masyarakat dengan seperangkat solusi yang dikemukakan oleh para pengemban dakwah.
Inilah yang menempatkan gerakan idelogis -sejak awal aktivitasnya- dianggap asing dari kenyataan dan masyarakat membayangkan seolah-olah datang dari dunia lain yang sama sekali tidak ada hubungannya demean masyarakat mereka. Namun kenyataan tersebut pada hakikatnya adalah kabar gembira yang menetramkan para pengemban dakwah, bahwa mereka berada pada jalan yang lurus. Mereka mendapati bahwa itulah yang memang harus dihadapi oleh para pengemban dakwah sepanjang sejarah, saat berhadapan dengan berbagai masyarakat yang mundur.
Wallahu’alaim bis shawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s