Mungkin gempita makin penuh hingar bingar, yang disisi lain kamipun menikmati sebuah perjalanan. Atau dalam bahasa sederhananya bisa di bilang segerombol orang munafik yang ingin keluar dari semua kemunafikannya lalu memerangi semua kemunafikan itu.
Inilah zaman ketika agama hanya sebuah tafsir komoditas yang setiap ‘wahyu’nya berarti sebuah kepentingan politis entah itu praktis atau pragmatis. Namun apapun namanya ada saat dimana kami bersyukur…sejauh ini kami bertahan tanpa harus larut dalam hingar bingar yang membusukkan kejujuran jiwa dengan doktrin taklid.
Inilah hidup..ia telah mengajarkan kami arti keteguhan ia mendidik kami dengan kelaparan untuk menjadi kuat ia mendidik kami dengan air mata untuk menjadi sabar ia mendidik kami dengan amarah untuk menjadi berani ia mendidik kami dengan kerinduan untuk mengerti apa itu cinta ia juga mendidik kami penderitaan untuk menjadi tegar ia mendidik kami dengan keceriaan untuk selalu belajar bersyukur
dan ia telah mendidik kami dengan pengalaman hingga kami mengenal siapa Pencipta kami..dan itulah kemuliaan yang hakiki dari kehidupan.. dan itulah cinta yang sebenarnya dan itulah jati diri yang sejati..jalan hidup orang – orang tersendiri Setahun yang lalu 3 orang berandalan berkumpul untuk mendirikan band ini. Dan alhamdulillah kami telah melewati bab pemanasan selama setahun ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s