12 fakta kebohongan SBY part2

8. Anggaran pendidikan naik menjadi 20% dari APBN, pertama sepanjang sejarah
Perlu difahami bahwa peningkatan anggaran pendidikan hingga 20% merupakan amanah yang harus dilaksanakan secepat mungkin setelah UU 20 tahun 2003disahkan pada Juli 2003. SBY telah memimpin negeri ini selama 4 tahun, namun ia tidak berniat untuk menganggarkan dana pendidikan sebesar 20%. Sejak 2005, berbagai demo yang dilakukan PGRI atas kebijakan pemerintah SBY yang melanggar amanat konstitusi UU 20/2003. Perjuangan dan semangat pantang menyerah para guru dalam wadah PGRI akhirnya pertengahan 2008 membuahkan hasil. SBY bersama DPR mau merealisasikan anggaran 20% untuk pendidikan. Ini merupakan jerih payah dan berbagai demo para guru. Ini bukan keberhasilan SBY. Justru ini keberhasilan perjuangan guru melawan ketidakpatuhan pemerintah atas amanah UU Sisdiknas.
9. Pelayanan kesehatan bagi si miskin. Anggaran kesehatan naik 3 kali lipat dari sebelumnya, tertinggi sejak orde baru
Biaya rata-rata kesehatan terus meningkat. Meningkatnya biaya kesehatan dan minimnya ketersediaan dana untuk pelayanan kesehatan gratis di berbagai rumah sakit telah menjadi isu yang hangat pada tahun 2007-2008. Mahalnya biaya kesehatan menyebabkan masyarakat lebih percaya pada dukun cilik Ponari. Jika dikatakan anggaran kesehatan naik 3 kali, maka apakah layanan kesehatan meningkat tiga kali? Jawabanya: Tidak. RS Cipto tetap menolak pasien untuk rawat inap dan meminta pasien tinggal di luar RS.
Kalau kita kaitkan dengan faktor nilai laju inflasi, maka dengan gamblang akan terjawab. Tahun 1997, UMR rata-rata sekitar Rp 220 000. Tahun 2009, UMR naik hampir 3.5kali yakni Rp 800.000 per bulan. Dengan pikiran sempit, maka SBY (PD) mengklaim bahwa ini prestasi tertinggi sepanjang sejarah dalam hal UMR. Tapi, ingat beban masyarakat makin berat. Tahun 1997, dengan gaji UMR tersebut seorang kepala keluarga dapat membeli sekitar 300 kg beras (harga beras Rp 700 per kg). Tapi, tahun 2009dengan UMR sekarang, seorang kepala keluarga hanya mampu membeli sekitar Rp 160 kg beras (harga beras Rp 5000 per kg). Artinya apa bahwa kenaikkan pendapatan jauh di bawah kenaikan laju inflasi.
10. Korupsi diberantas tanpa pandang bulu. Lebih dari 500 pejabat publik diproses secara hukum, tertinggi sejak merdeka
Sampai saat ini, kasus korupsi tahun 2004 dana nonbudgeter Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), tidak diselesaikan secara menyeluruh. Berdasarkan pengakuan terpidana Rokhmin Dahuri dan tersangka Amien Rais, pasangan capres-cawapres 2004 telah menerima aliran dana dari Rokhmin Dahuri. Salah satunya adalah SBY-JK yang menerima dana korupsi nonbudgeter DKP sebesar Rp 225 juta. Namun kasus ini dihentikan setelah SBY berjabat tangan dengan Amien Rais di Bandara Halim tahun 2007. Mengapa kasus aliran dana korupsi yang membawa nama para capres (termasuk SBY) dapat dihentikan begitu saja? Ironisnya hanya Rokmin Dahuri menjadi tumbal. Inikah pemberantasan korupsi tanpa bulu? Belum lagi kita berbicara mengenai penanganan kasus royalti batubara, BLBI, suspensi saham BUMI punyanya Bakrie, dan luapan lumpur Lapindo.
Keberhasilan pemberantasan korupsi lebih diperankan oleh lembaga KPK. KPK dapat eksis melalui UU 31 tahun 1999 di Pemerintahan BJ Habibie yang kemudian direvisi kembali dalam UU 30 Tahun 2002 tentang Tipikor di bawah Pemerintah Megawati. Perlu dicatat bahwa KPK adalah lembaga independen yang dibentuk untuk memberantas korupsi dan melapor hasil kerjanya pada DPR dan Presiden.
11. Pengangguran terus menurun. 9,9% tahun 2004menjadi 8,5% pada tahun 2008
Melalui klaim ini, justru sebenarnya menunjukkan pemerintahan SBY gagal merealisasi janjinya pada kampanye 2004 yang dituangkan dalam RPJM. Ketika itu, SBY berjanji akan mengurangi angka pengangguran dari 9.9% pada tahun 2004 menjadi 5.1% pada tahun 2009. Faktanya, meski anggaran naik dengan program PNPM Mandiri atau KUR, jumlah penduduk yang menganggur tidak kunjung berkurang. Bahkan, data tahun 2008tercatat angka pengangguran adalah 8.4%.
12. Kemiskinan terus turun 16,7% pada tahun 2004 menjadi 15,4% pada tahun 2008
Kalau mau jujur, angka kemiskinan justru menunjukan kegagalan janji SBY dalam pilpres 2004 yang dituangkan dalam RPJM 2005. Janji angka kemiskinan dalam RPJM di tahun 2009 adalah 8.2%, tapi hingga tahun 2008, angka kemiskinan masih di atas 15.4% tidak jauh bergeser dengan tahun 2004. Meskipun adanya program andalan seperti PNPM Mandiri atau KUR, jumlah penduduk miskin tidak mengalami pengurangan yang signifikan. Meskipun anggaran naik 300%, angka kemiskinan tahun 2004berjumlah 36.1 juta jiwa menjadi 35 juta jiwa pada Maret 2008, dan meningkat kembali menjadi 40 juta jiwa pada Desember 2008 (data survei UI).
Penutup
Tulisan ini berusaha memaparkan data yang ada. Masyarakat harus cerdas melihat iklan politik yang dipenuhi dengan kebohongan, dan tidak tertipu oleh pencitraan semata. Bandingkan dan gunakan persfektif data RPJM ataupun UU yang berlaku. Dengan demikian klaim-klaim yang digunakan SBY (PD) dalam kampanye hanyalah “permainan” angka statistik yang bernilai relatif, bukan kebenaran absolut. Semoga mereka yang bersikukuh mengklaim prestasi ini dan itu, bisa sama-sama fair dalam menganalisa data dan kebenaran.

4 responses to “12 fakta kebohongan SBY part2

  1. beneran ta sby seperti itu ???…

  2. Kalau Anda lebih objektif melihat spt itulah wajah demokrasi.

  3. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  4. Kita mengharapkan Golput yg ideologis karena tau kalo sistem lah yg harus diganti,tapi yg golput karena pragmatis adl pilihan mrk,karena mrk telah merasakan realitas kehancuran dan kemiskinan akibt dmokrasi,oleh krn itu tugas kita untk memberikan penyadaran wajibnya syariah dan khilafah.syukron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s